Arogansi Konvoi Klub Motor
KOMPAS, SABTU 22 OKTOBER 2005
REDAKSI YTH:
Arogansi Konvoi Klub MotorPada hari Minggu, 2 Oktober 2005 sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta, jalan dalam keadaan lengang. Kami melaju di jalur cepat paling kanan dengan kecepatan biasa, sedang dalam perjalanan menuju pulang. Namun, tiba-tiba dari arah kiri sebuah sepeda motor Honda Tiger langsung menghadang di depan mobil dan memperlambat kecepatannya.
Akibatnya sepeda motor itu tertabrak dan jatuh diikuti dengan sepeda motor lain di sebelah kiri mobil kami. Untuk menghindari macet, kami memarkir mobil di sebelah kiri, dengan wajah marah orang yang kami tabrak meminta SIM dan STNK suami saya untuk ditahan, dan tidak diberikan.
Kemudian ada seorang bapak, kami berasumsi mungkin ketua klub yang mencoba menangani kejadian, dan dijelaskan oleh yang tertabrak, Saya motor ketiga yang ngeblok mobil ini, tapi bapak ini tidak mau memperlambat kecepatannya. Merasa tidak bersalah, kami bertanya mengapa mobil diblok/dihalangi, padahal di jalan itu dalam keadaan lenggang dan jelas-jelas ada tanda lalu lintas bahwa sepeda motor tak boleh di jalur cepat. Dengan arogan mereka menjawab, Ini hari Minggu dan kami adalah klub sepeda motor Honda Tiger yang sedang konvoi beramai-ramai.
Yang membuat kami kesal yaitu diminta untuk mengganti biaya pengobatan pengendara- pengendara sepeda motor yang terluka, seakan-akan kami yang bersalah dalam kejadian ini. Padahal mobil kami juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Karena situasi sudah mulai tidak enak, orang- orang mulai berkumpul di belakang mobil, dan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, suami saya dengan itikad baik berniat menyelesaikan dengan jalan damai.
Saling memberikan nomor HP, dan KTP suami saya ditahan sebagai jaminan yang katanya nanti akan menghubungi. Namun, hingga sekarang kami tidak pernah dihubungi dan KTP suami saya tetap ditahan.
Kepada yang berwenang, apakah benar jika hari Minggu peraturan boleh dilanggar dan karena anggota klub motor yang sedang konvoi. maka mereka boleh bertindak seenaknya menguasai jalan. Bagaimana jika tindakan mereka sampai mengancam keselamatan jiwa pengguna jalan yang lain, seperti yang kami alami?
Trisniana Irmawan
Bukit Novo Blok B2-16
Pancoran Mas, Depok
pertama, 1 bulan lalu temen gw juga pernah liat & cerita nih, ada club tiger2 yg kaya setan kalo dijalan. entah emang “ketidak-tahu”an soal safety riding atau memang attitude diclubnya sering begitu. gw sendiri bbrp kali nemuin.. tapi bukan dalam konvoy.
kedua, waktu bukber minggu lalu. konvoy-nya temen2 KaFC di”rese“in orang kampung dideket wijaya - blok A. kata2 yg bikin nyolot dari 1 orkamsi muka “ngehe” adalah “Guee.. gak demen dah ama konpoi2 belagu begini..“. Sempet HMPC mau berhenti, tp karna dikasih jempol tanda “it’s okay” dari KaFC dan disitu juga ada Polisi BM, yasutlah kita lanjut.
jadi, kira2 sendiri deh sapa yg salah.. gw sendiri negh bacanya. rontok citra bikers club kalo sering2 begini, tul gak?


