Why we need helmet
Even the mosquitos had to wearing a helmet..

Finally.. i change my rear tyre with Bridgstone Battlax BT45R. Got little stressed when i’ve to ordered almost 2 month early. Even before the trip to Jogjakarta last week, i can’t found ready stock at the dealer around Jabodetabek. Pfiuhh..
Beli di MDS Kebon Jeruk III, Type BT45R M/C ukuran 110/80/18 harga IDR 435K dengan bonus pentil tubbless 1 biji. Besoknya pasang di KMS Jl. Panjang (another Kebon Jeruk in West Jakarta), ongkos kena 15K. Perasaan pertama perawanin ban ini, weits.. agak berat dikit nih motor, but it’s okay lah, karna tapak tambah lebar (std IRC 3.00/90/18). Tapi overall, ini ban memuaskanlah, abis lengket boo.. even itu dijalan basah sekalipun. Dan si meggy jadi agak nonggeng dikit deh. hahaha.
Tapi dasar apes, baru 2 hari make ke kantor, langsung kena paku dikolong jembatan dukuh atas. Dammed!!. Krn nancepnya agak miring, gw PD aja maen cabut pelan2, sambil doa mudah2an gak nembus. Baru narik dikit.. eh langsung bunyi sesssh..!!. Hadduh panik gw.. Bawa ke tkg tambel ban Jl. Plaju (bapak2 gendut, wajah penjahat unyil) , lha malah di udel2 lobangnya. Gile aje ban masih bocor dibilang “Entar juga rapet sendiri mas..“. Niat nambel kagak sih nih orang.. Udah nambelnya pake karet bekas yg dicairin bensin.. trus karet tambelannya pake ban dalem yg disiwir2. Asli gw ngamuk sambil maki2 tuh abang, trus cabut pergi cari tambel ban laen and KAGAK GW BAYAR. Biar mampus loh.. Abis ban baru gw jadi jendal-jendol, eh lo malah belaga pilon.
Yasut deh.. kayaknya besok mesti beli cairan anti bocor juga. And satu lagi buat yg mao ganti Ban Battlax, please baca ukuran rekomended utk ban dan velg yg sesuai. SILAKAN CHECK UKURAN BAN DAN VELG DISINI. Goodluck.
Bro’s.. pernah gak melintas di perempatan Margonda dan jalan baru Djuanda ? Pasti deh ngeliat tempelan marka jalan warna kuning yang bentuknya rada aneh. Nah nama marka jalan tersebut adalah Yellow Box Junction. Marka jalan ini sangat bermanfaat apabila orang2 mengetahui maksudnya, namun sayang sedikit orang yang tau apa fungsinya, padahal sangat ironi ada spanduk dari Polres Depok tentang sosialisasi Yellow Box Junction, yang ternyata kurang efektif.
Yellow Box Junction adalah marka jalan yang bertujuan untuk mencegah kemacetan yang terjadi pada sebuah jalur dan berakibat mematikan seluruh arus pangendara dari jalur lain yang tidak macet. Bagaimana caranya? sama dengan white safety line, marka jalan ini membutuhkan kesadaran bagi para pengendara kendaraan, apabila terlihat jalur di depan tersendat atau tidak berjalan, pengendara diharapkan tidak masuk ke daerah Yellow Box Junction, walaupun kondisi pengendara pada posisi lampu hijau. dengan demikian ketika giliran jalur lain hijau, tidak akan terjadi kemacetan total.

Yellow Box Junction ini sangat berguna di persimpangan2 jalan yang padat, terutama pada jalan-jalan utama, pada jam puncak kepadatan lalulintas. Pic taken from here
Bagaimana keahlian atau skill seseorang mengendarai motor bisa dengan mudah kita lihat dari caranya mengendarai motor BUKAN pada kecepatan tinggi, tapi pada kecepatan rendah. Kalau pada kecepatan rendah dia terlihat santai dan menguasai motornya, pasti orang tersebut memiliki skill atau keahlian yang, minimal, bagus. Sedangkan kalau pada kecepatan rendah dia terlihat kagok, berkali-kali menurunkan kaki – atau bahkan seperti yang sering saya lihat di jalan, sama sekali tidak menaikan kaki dan terus menyeret kakinya – maka bisa dipastikan orang itu skill-nya pas-pasan.
Kalau anda bertemu pengendara seperti itu, saran saya cuma satu: menjauh dari dia dan jaga jarak anda. Kenapa? Karena orang itu skill-nya pas-pasan, artinya skill-nya hanya pas untuk jalan raya yang kosong dan tidak ada kendaraan lain di sekitarnya.
KESEIMBANGAN
Ketika berjalan dengan kecepatan di atas 10 kph, motor cenderung stabil dan seimbang. Semakin cepat motor berjalan (sampai batas tertentu), semakin stabil motor tersebut. Karena itu, mengendalikan motor yang berjalan cepat (apalagi di jalan yang lurus) amat sangat mudah. Kita nggak perlu repot karena pada kecepatan tinggi motor akan menjaga keseimbangannya sendiri tanpa perlu campur tangan kita.
Keadaannya berbeda sekali dengan ketika motor dalam keadaan berhenti atau ketika motor berjalan perlahan, misalnyadi bawah 10 kph. Pada kecepetan serendah itu motor sama sekali tidak seimbang dan cenderung jatuh. Kita harus “campur tangan” supaya motor tidak jatuh dengan cara menjaga dan mengatur keseimbangan kita, serta meng-counter ketidak seimbangan motor.
Itu sebabnya kenapa seorang pengendara motor bisa melepaskan pegangan kedua tangannya dari stang ketika motor berjalan cepat, dan motor tidak jatuh. Anda tidak perlu heran atau kagum, bahkan anda perlu prihatin karena orang tersebut tidak saja membahayakan dirinya sendiri, tapi juga membahayakan orang lain.
Sebaliknya, kalau anda melihat ada orang yang mengendarai motor dengan kecepatan sangat rendah di bawah 10 kph, tanpa kedua tangannya memegang stang, anda perlu kagum dan, saran saya, belajar dari orang tersebut.
Jadi, supaya kita bisa mengendalikan motor pada kecepatan rendah (dan meningkatkan skill kita) hal yang menurut saya paling penting adalah:
1. Hilangkan faktor-faktor yang akan menambah terganggunya keseimbangan motor. Jangan lupa, motor yang berjalan pelan kondisinya tidak seimbang dan tidak stabil, jadi jangan dibuat menjadi lebih tidak seimbang.
2. Pelajari dan berlatih teknik atau cara membuat motor yang tidak seimbang pada kecepatan rendah menjadi seimbang dan stabil. Dengan kata lain, saya belajar mengendalikan motor pada kecepatan rendah. Dalam bagian pertama, saya sudah bercerita tentang kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan. Kesalahan-kesalahan tersebut mengakibatkan bertambah terganggunya keseimbangan motor pada kecepatan rendah.
Motor yang tidak seimbang pada kecepatan rendah menjadi bertambah tidak seimbang. Setelah menyadari kesalahan tersebut, hal pertama yang saya lakukan adalah : BERHENTI melakukan kesalahan tersebut.
Jadi yang saya lakukan sangat sederhana:
1. Mengurangi dan berusaha tidak lagi memakai rem depan ketika motor berjalan perlahan dengan kecepatan di bawah 15 km per jam;
2. Berusaha sebisa mungkin untuk tidak menurunkan kaki ketika berjalan perlahan di tengah kemacetan;
3. Tidak lagi melihat ke bawah ketika motor jalan pelan; dan
4. Tidak lagi melihat ke ban belakang motor di depan saya, atau ke bemper mobil di depan saya, dan sebagai gantinya melihat jauh ke depan.
Empat hal di atas saya lakukan untuk menghilangkan faktor-faktor yang membuat motor semakin tidak seimbang, dan … berhasil! Resep sederhana di atas sudah banyak membantu saya dalam mengarungi kemacetan, tapi masih belum cukup.
Resep di atas tujuannya adalah untuk menghilangkan fator-faktor yang menambah terganggunya keseimbangan. Sedangkan untuk membuat motor seimbang pada kecepatan rendah, ada beberapa teknik yang perlu selalu saya latih dan kuasai. Nah, gabungan antara resep di atas dengan teknik di bawah, banyak sekali membantu saya mengarungi kemacetan di jalan.
Saya akan berbagi pengalaman saya berlatih teknik mengendarai motor pada kecepatan rendah yang bisa dibagi menjadi dua:
* Mengendarai motor pada kecepatan rendah - lurus
* Mengendarai motor pada kecepatan rendah - belok
Teknik tersebut bukan teknik yang sulit, bahkan menurut saya sangat mudah untuk dipahami dan dipelajari. Meski mudah dipahami dan dipelajari, untuk bisa menguasai teknik-teknik tersebut saya perlu (dan menurut saya HARUS) meluangkan waktu untuk melatihnya. Walaupun saya rajin melatih teknik tersebut, sampai saat ini skill saya belum mencapai kategori bagus, menurut saya baru mencapai kategori tidak terlalu jelek.
PERINGATAN!!!
Teknik-teknik berikut adalah apa yang saya lakukan. Kalau anda ingin mencoba berlatih teknik-teknik berikut, ada kemungkinan anda terjatuh yang mengakibatkan anda cedera dan/atau motor anda rusak. Saya tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang mungkin akan anda alami. Dengan kata lain, resiko tanggung sendiri. Kalau anda putuskan untuk berlatih, jangan lupa pakai helm, sarung tangan, riding boots dan jaket untuk mengurangi resiko cedera.
1. Mengendarai motor pada kecepatan rendah – lurus
Untuk melatih teknik ini, tempat yang ideal adalah lapangan parkir yang luas dan sepi. Dulu lapangan parkir di pacuan kuda Pulomas bisa dipakai untuk belajar naik motor atau mobil, tapi sayang sekarang sudah tidak bisa lagi.
Kalau lapangan luas tidak ada, anda bisa cari jalan lurus yang sepi, dan sebaiknya satu arah. Kebetulan di dekat rumah saya, jalan Pulomas cukup ideal untuk belajar naik motor perlahan. Sebelum anda mulai, pastikan mesin motor anda dalam keadaan panas, karena kalau mesin motor dingin biasanya mesin akan gampang mati.
Latihan
Oke, di lapangan atau jalan pilihan anda, mulai dari posisi berhenti.
Bersiap dengan kedua kaki di tanah, tarik kopling dan masuk gigi 1. Dengan kaki kiri tetap di atas foot peg, putar gas dan lepas kopling pelan-pelan. Jangan dilepas sampai habis, mungkin dilepas ½ atau 2/3, sampai motor bergerak maju. Ketika motor mulai bergerak, angkat kaki kanan dan taruh di atas footpeg (rem belakang) dan kopling tetap ditahan tidak dilepas sampai habis.
Coba jalan dengan kecepatan 10 kph. Lirik speedometer, JANGAN melihat speedo terlalu lama, cukup sebentar saja. Melihat ke speedometer untuk waktu yang lama akan membuat keseimbangan anda terganggu. Kalau motor terlalu cepat, injak rem belakang dengan tetap menahan gas dan kopling, dan kemudian perlahan-lahan kurangi gas dan tarik kopling supaya tidak terlalu cepat. Dengan cara ini, anda punya tiga cara untuk mengendalikan motor: gas, kopling dan rem belakang.
Setelah anda merasa nyaman dengan kecepatan 10 kph sepanjang 10-20 meter, berhenti dan mulai lagi. Kali ini coba jalan dengan kecepatan kurang dari 10 kph. Setelah itu, coba dengan kecepatan yang lebih rendah lagi, misalnya 5 kph.
Kalau motor terasa akan jatuh dan mulai miring, lepas kopling dan tambah gas sedikit, maka motor akan kembali tegak. Setelah motor kembali tegak, kurangi kecepatan lagi dengan menginjak rem belakang dan mengurangi gas. Tujuan menginjak rem dengan tetap nge-gas motor adalah supaya tetap ada tenaga dorong di ban belakang (yang membantu membuat motor seimbang) tetapi tenaga dorong tersebut ditahan juga oleh rem.
Selama anda lakukan ini, pandangan mata anda harus ke arah depan dan tidak melihat ke bawah, anda perlu memandang ke arah kira-kira setinggi posisi mata anda. Sekali lagi, JANGAN melihat ke bawah karena keseimbangan anda akan terganggu.
Kunci utama di sini adalah mengatur keseimbangan antara gas, kopling dan rem. Jangan pernah menarik kopling sampai habis dan membuat motor meluncur. Kopling harus selalu ditahan, tidak dilepas sepenuhnya tapi juga tidak ditarik sepenuhnya. Tujuannya adalah untuk mengatur kecepatan. Tekniknya kira-kira sama dengan kalau anda mengendarai mobil dengan transmisi manual di tanjakan. Anda harus menyeimbangkan gas dan kopling supaya mobil tidak maju tetapi juga tidak meluncur turun.
Setelah anda lakukan latihan ini selama mungkin 15 menit sampai 1 jam, tergantung kesabaran anda, anda bisa mulai mencoba mempraktekkan teknik ini di jalan macet. Sebagai tambahan, setelah latihan pertama ini dan anda sudah mulai terbiasa dengan teknik ini, anda bisa memanfaatkan kemaceten di jalan sebagai tempat untuk berlatih.
Saya pribadi, selalu memanfaatkan setiap kemacetan sebagai sarana untuk melatih teknik ini. Kalau anda lakukan ini di jalan, anda HARUS ekstra hati-hati, karena banyak kendaraan lain di sekitar anda. Apabila anda rasa motor mulai miring sedangkan kondisi jalan membuat anda sulit memainkan gas, kopling dan rem untuk menegakkan kembali motor, JANGAN RAGU untuk menurunkan kaki dan berhenti.
Biasanya setelah berjalan perlahan untuk waktu yang agak lama (di atas 5 menit) dengan memakai teknik di atas, mesin motor akan lebih panas daripada biasanya. Yang selalu saya lakukan setelah keluar dari kemacetan adalah menjalankan motor di gigi 2 atau 3 dengan RPM rendah untuk mendinginkan mesin.
2. Mengendarai motor pada kecepatan rendah – belok
Dasar untuk teknik belok perlahan sama dengan teknik jalan perlahan lurus, anda harus memainkan gas, kopling dan rem. Selain itu, ada tambahan yaitu adalah anda harus memiringkan motor untuk belok dan anda harus menjaga keseimbangan.
Seperti dulu pernah kita bahas ketika bicara masalah counter-steering, untuk membelokkan motor yang harus dilakukan adalah memindahkan contact patch ban dari bagian bawah ban ke bagian ban di arah mana kita ingin belok. Jadi kalau motor ingin kita belokkan ke kanan, maka contact patch harus kita pindah ke kanan, begitu pula sebaliknya kalau mau belok kiri maka contact patch harus dipindah ke kiri.
Prinsip untuk belok pada kecepatan tinggi atau kecepatan rendah adalah sama, yakni anda harus memindahkan contact patch. Perbedaannya adalah dalam cara memindahkan contact patch ini.
Untuk belok pada kecepatan tinggi, anda memindahkan contact patch dengan melakukan counter-steering. Sedangkan ketika anda berjalan perlahan di bawah 15 kph, anda memindahkan contact patch dengan steer ke arah mana anda ingin menuju. Artinya, pada kecepatan rendah stang motor anda arahkan ke arah mana anda ingin belok. Kalau anda ingin belok kiri, maka stang motor anda arahkan ke kiri, begitu juga sebaliknya kalau anda akan belok ke arah kanan, maka stang motor anda arahkan ke kanan.
Selain itu, anda juga perlu memiringkan motor anda, semakin miring motor anda, semakin kecil radius beloknya. Tapi hati-hati, kalau anda hanya memiringkan motor tanpa menyeimbangkan motor anda pasti jatuh. Untuk itu anda harus melatih teknik menyeimbangkan motor ketika motor ada pada posisi miring.
Menyeimbangkan motor yang miring dilakukan dengan cara memindahkan berat badan anda ke arah yang berlawanan dengan arah kemiringan motor, atau bagian luar. Misalnya begini. Anda belok atau berputar (U-turn). Anda memiringkan motor ke kanan supaya motor belok ke kanan. Untuk mencegah supaya motor tidak jatuh, anda HARUS memindahkan berat badan anda ke bagian kiri motor. Begitu juga kalau anda belok ke kiri, motor anda meiringkan ke kiri, maka berat badan harus anda pindahkan ke sebelah kanan.
Coba bayangkan lingkaran. Ketika berbelok, anda seolah-olah sedang membuat lingkaran. Kalau anda berbelok ke kanan, maka lingkarannya ke arah kanan, sesuai jarum jam. Kalau anda belok ke kiri, maka lingkarannya ke kiri, berlawanan dengan jarum jam. Untuk menyeimbangkan motor yang berbelok, anda harus memindahkan berat badan anda ke sebelah luar lingkaran.
Dengan memindahkan berat badan ke sebelah luar, anda bisa lebih memiringkan motor anda dan anda bisa belok dengan lebih tajam, dengan radius putaran yang lebih kecil. Dari cara orang berputar kita juga bisa perkirakan bagaimana skill orang tersebut.
Anda bisa memindahkan tumpuan berat badan anda dengan cara berdiri di atas foot peg. Jadi kalau anda berputar atau belok ke arah kanan, pindahkan tumpuan berat badan anda ke kiri dengan cara berdiri di atas footpeg sebelah kiri. Begitu juga sebaliknya.
Berdiri di foot peg bukan hal yang sulit kalau motor anda memakai mid control, seperti motor sport. Agak repot kalau motor anda memakai forward control seperti kebanyakan motor jenis cruiser atau tourer. Nah, untuk anda yang motornya memakai forward control, satu cara untuk memindahkan berat badan adalah dengan menggeser pantat anda ke bagian luar. Jadi misalnya anda belok kanan, maka geser pantat anda ke bagian kiri jok motor anda, begitu juga sebaliknya kalau belok kiri, geser pantat anda ke sebelah kanan jok.
Oh ya, saya sering sekali melihat pengendara motor yang kalau duduk di motornya selalu dalam posisi miring. Ada yang miring ke kiri ada juga yang ke kanan. Menurut saya, posisi seperti itu berbahaya, karena motor menjadi semakin tidak seimbang. Posisi duduk yang benar adalah posisi di mana berat badan anda terpusat di bagian tengah motor.
Oke cukup teorinya, sekarang kita coba latihannya.
Latihan
Seperti halnya latihan mengendarai motor pada kecepatan rendah – lurus, latihan untuk belok pun idealnya dilakukan di lapangan parkir yang luas. Kalau tidak ada lapangan parkir atau lapangan yang luas, anda bisa pergunakan jalan yang sepi yang mempunyai U-turn atau putaran.
Sama dengan teknik mengendarai motor pada kecepatan rendah – lurus, sewaktu belok pun anda tetap harus memainkan gas, kopling dan rem. Ditambah dengan memindahkan berat badan anda ke sebelah luar atau lawan arah anda belok.
Di putaran / U-turn anda kurangi kecepatan sehingga kecepatan sekitar 10 kph. Pastikan bahwa tidak ada kendaraan lain dari arah berlawanan. Setelah anda pastikan bahwa tidak ada kendaraan dari arah berlawanan, miringkan motor anda ke arah kanan dan pindahkan tumpuan berat badan ke sebelah kiri, baik dengan cara berdiri di atas footpeg kiri atau menggeser pantat anda ke sebelah kiri jok.
Sewaktu motor mulai miring dan belok, arahkan kepala dan pandangan anda JAUH ke arah mana anda akan belok. Untuk latihan ini, arahkan kepala anda DAN pandangan anda ke arah kanan. Anda HARUS mengarahkan kepala anda, bukan hanya pandangan anda saja.
Jangan tarik kopling sampai habis, tetapi gunakan teknik yang sama dengan teknik berjalan perlahan lurus. Putar gas dan tahan kopling supaya tetap ada tenaga dorong di ban belakang, serta injak rem belakang untuk mengatur kecepatan. JANGAN PAKAI REM DEPAN, karena anda pasti langsung jatuh kalau anda pakai rem depan.
Apabila ketika belok atau berputar anda merasa motor akan jatuh, tambah gas, atur kopling, lepas sedikit rem belakang dan tetap pindahkan berat badan anda ke sebelah luar. JANGAN lepas gas atau tarik kopling sampai habis, karena kalau anda tarik kopling sampai habis, motor anda akan kehilangan tenaga dan anda akan terjatuh.
Sewaktu anda berbelok, JANGAN melihat ke bawah. Arahkan pandangan mata (dan kepala anda) ke arah mana anda akan berputar. Kalau anda melihat ke bawah, pasti anda akan jatuh.
Lakukan beberapa kali dengan kecepatan 10 kph sampai anda puas dengan kemampuan anda mengendalikan dan menjaga keseimbangan motor dengan teknik gas, kopling, rem, dan memindahkan tumpuan berat badan.
Setelah anda puas dengan kecepatan 10 kph, kurangi kecepatan menjadi lebih pelan. Goal anda adalah untuk bisa berputar dengan kecepatan setidaknya 5 kph dan radius putaran yang semakin kecil sesuai dengan motor anda.
Teknik belok atau berputar ini jauh lebih mudah dilatih di lapangan yang luas. Tekniknya sama, hanya yang perlu anda lakukan sedikit berbeda. Di lapangan yang luas anda perlu belajar berputar membuat lingkaran. Awalnya buat lingkaran yang agak besar tetapi setelah anda merasa nyaman dengan lingkaran besar, coba buat lingkaran yang lebih kecil dan semakin kecil.
Penutup
Kedua teknik yang saya ceritakan di atas adalah teknik dasar yang, sekali lagi menurut saya lho, perlu sekali dikuasai oleh seorang pengendara motor. Menguasai kedua teknik tersebut akan membuat kita menjadi pengendara motor yang lebih baik dan Insya Allah lebih aman di jalan raya.
Selamat mencoba dan berlatih, semoga cerita saya ini ada manfaatnya bagi teman-teman.
Salam,
Bob P. Sumitro, Sportster 883
Tulisannya om Bob disini, Thx a lot ya om..
Lebih penting daripada teknik ngebut.
Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk menggurui lho, saya cuma ingin berbagi pengalaman saja. Siapa tahu, dan harapan saya, pengalaman saya ini bisa berguna untuk rekan-rekan pengendara motor yang lain.
Sewaktu masih baru pakai motor, saya beranggapan yang namanya skill atau keahlian mengendarai motor hanya perlu untuk kecepatan tinggi. Waktu itu buat saya yang penting adalah bagaimana ngerem dengan benar tanpa “ngunci” ban belakang, bagaimana cara belok dengan benar (nikung) dan bagaimana “swerve” atau menghindar dari kendaraan di depan (atau istilah jaman dulu “ngutik”). Jadi fokus saya waktu itu melatih teknik geber gas dan rem, teknik belok dan juga belajar ngutik dengan benar.
Setelah satu tahun berlalu, saya merasa kok skill saya mengendarai motor tidak juga bertambah. Bahkan setiap kali naik motor saya merasa tegang, nggak bisa merasa santai. Setelah saya pikirkan, saya sampai pada kesimpulan bahwa ketegangan itu disebabkan karena saya merasa tidak bisa mengendalikan motor dengan baik.
Pertanyaan berikutnya yang timbul di benak saya adalah: “Kenapa bisa begitu? Bukannya saya sudah mempelajari teknik “ngebut”, teknik “nikung”, teknik “ngerem” dan teknik “ngutik” sebisa mungkin? Kenapa saya merasa masih kurang, padahal saya sudah beli dan baca buku mengenai Riding Skill sampai sebanyak 3 buku, dan setiap hari saya berlatih?”. Ternyata jawabannya ada di jalan, tepatnya di kondisi lalu lintas
Tinggal di Jakarta Timur dan berkantor di seputaran Semanggi berarti setiap pagi saya menempuh jarak kurang lebih 15 km untuk ke kantor, dan pulangnya juga sekitar 15 km. Waktu tempuh yang diperlukan dari atau ke kantor rata-rata 30 menit, yang artinya kecepatan rata-rata setiap hari sekitar 30 km per jam. Kalau lagi apes (jalanan sangat macet), bisa sampai 45 menit. Kalau lagi bener-bener apes bisa sampai 1 jam. Alhamdulillah, “bener-bener apes” ini sangat jarang, paling kalau Jakarta lagi banjir.
Perjalanan 15 km tadi bisa dibagi menjadi 2 bagian:
1. Bagian yang lancar yang memungkinkan motor mencapai kecepatan minimal 60 km per jam (kadang bisa lebih), dan
2. Bagian yang macet, yang hanya memungkinkan motor merayap dengan kecepatan 10 km per jam.
Sayangnya, waktu yang saya habiskan di jalan yang macet ini jauh lebih banyak daripada yang lancar, kalau dibandingkan dari 30 menit, ya kira-kira 20 menit di kemacetaan dan macet dan 10 menit lancar. Waktu yang saya habiskan di bagian yang macet ternyata 2 kali lipat dari waktu yang saya habiskan di bagian yang lancar. Kalau lagi apes dan lalu lintas macet sekali, bisa-bisa saya menghabiskan 30 menit atau lebih di kemacetan.
Masalah jarakpun demikian. Dari 15 kilometer tadi, mungkin lebih dari separuhnya macet. Alias lebih dari 7,5 km jalan macet.
Jadi, skill atau teknik yang saya pelajari seperti teknik ngerem kecepatan tinggi, nikung atau swerving ternyata jarang terpakai (dan tidak banyak terpakai) di jalan raya. Sebaliknya, skill mengendarai motor dengan perlahan yang nggak pernah saya latih, dan cenderung saya lupakan, ternyata sangat diperlukan di jalan raya.
Setelah menyadari hal tersebut, saya mulai melakukan observasi tentang bagaimana cara saya mengendarai motor (dan juga bagaimana orang lain mengendarai motor) di kemacetan, ketika motor bisa berjalan dengan kecepatan paling tinggi kurang dari 15 km per jam.
Observasi ini saya lakukan di Jl Sultan Agung, yang selalu macet sampai Jl Tambak, kemudian dilanjutkan di jalan sebelum perempatan Matraman - Pramuka, terus berlanjut lagi di Jl Pramuka yang dulu sebelum underpass Pramuka selesai, merupakan biang macet.
Kadang-kadang kalau saya ambil route lain, observasi saya lakukan di Jl Tendean yang amit-amit macetnya, terus setelah lewat Kuningan, dilanjutkan di Jl Casablanca yang setiap sore macetnya suaaangat panjang, biasanya sampai ke By Pass.
Hasil observasi saya ternyata mengecewakan, karena banyak kesalahan yang saya temukan:
1. Kebiasaan memakai rem depan, ternyata SALAH kalau diterapkan ketika kita berjalan perlahan.
2. Ketika jalan pelan, saya punya kebiasaan menurunkan dan menyeret kaki. Saya mengira bahwa menurunkan kaki ketika motor berjalan pelan akan membantu menjaga keseimbangan, perkiraan ini ternyata SALAH.
3. Melihat ke bawah (ke bagian jalan tepat di depan ban depan motor kita) ketika motor berjalan pelan, teryata juga SALAH.
4. Melihat ke motor di depan kita ketika jalan pelan, juga SALAH lagi. Oh ya, saya menyadari bahwa karena kebiasaan no 5 ini, kalau pengendara motor di depan saya menurunkan kaki untuk menjaga keseimbangan (yang SALAH), maka saya secara tidak sadar akan ikut menurunkan kaki juga.
Empat hal di atas merupakan kesalahan, karena:
1. Pemakaian rem depan.
Memakai rem depan ketika jalan pelan ternyata mengganggu keseimbangan. Apalagi kalau posisi ban depan kita tidak lurus, atau kita sedang belok perlahan-lahan, memakai rem depan pasti akan membuat kita jatuh.
Kalau nggak percaya, coba deh cari jalan yang sepi, kemudian cari putaran (U turn). Ketika berputar, coba pakai rem depan … jangan salahkan saya ya, kalau jatuh
2. Menurunkan kaki ketika jalan pelan akan membantu keseimbangan.
Kebiasaan dan asumsi ini salah karena ternyata menurunkan satu kaki ketika motor berjalan pelan sangat mengganggu keseimbangan. Ketika kaki kiri dan kanan kita taruh di atas foot peg kiri dan kanan, beban terbagi rata di antara foot peg kiri dan kanan. Tapi begitu satu kaki kita turunkan (yang merupakan kebiasaan banyak pengendara motor ketika motor jalan pelan di kemacetan) keseimbangan tadi tergangu karena beban jadi lebih banyak ke arah kaki kita turunkan.
Selain itu, menurunkan satu kaki juga berbahaya karena kalau kita jatuh refleks kita adalah menahan motor dengan kaki. Kaki harus menahan beban berat badan sekaligus berat motor kita (apalagi moge yang beratnya bisa lebih dari 200 kilogram) dan resikonya bisa patah atau, yang sering terjadi, mata kaki terkilir. Wadauu …!
3. Melihat ke bawah
Ini juga ternyata salah, karena melihat ke bawah (baik ketika motor jalan pelan atau jalan cepat) sangat mengganggu keseimbangan. Ada pepatah yang bilang “Lihat ke arah mana kita akan menuju.” Kalau mau ke depan, ya harus lihat ke depan. Kalau melihat ke bawah, pasti kita akan menuju ke bawah juga … alias jatuh.
Ini juga boleh dicoba. Coba cari jalan yang sepi, terus kemudkan motor dengan pelan, lecepatan sekitar 10 km per jam. Kemudian lihat ke bawah, misalnya ke arah ban depan. Pasti secara otomatis keseimbangan kita terganggu, akibatnya kaki akan secara otomatis turun, atau kalau apes … ya jatuh. Sekali lagi, jangan salahkan saya ya kalau jatuh hehehe …!
4. Melihat ke motor yang berada tepat di depan kita.
Saya termasuk sering melakukan kesalahan ini. Ketika di tengah kemacetan dan motor jalan pelan, saya sering sekali melihat ke motor di depan saya, ini tidak salah kalau yang saya lihat bukan ban belakang atau spakbornya : Tapi masalahnya, saya melihat ke arah spakbor atau ban belakangnya.
Tujuan saya adalah supaya saya nggak nabrak motor di depan saya, tapi karena posisi ban belakang atau spakbor motor tadi ada di bawah, akibatnya sama dengan kalau kita melihat ke bawah, yaitum keseimbangan terganggu dan tanpa sadar kaki turun yang akibatnya keseimbangan lebih terganggu lagi.
Setelah menyadari semua kesalahan yang saya lakukan tadi, saya segera melakukan perbaikan dan berlatih mengendarai motor secara perlahan-lahan. Saat ini, meskipun belum mahir sekali, skill saya mengendarai motor dengan pelan sudah lumayan dan jauh lebih baik daripada dulu.
Bagaimana teknik dan cara melatih skill mengendarai motor dengan pelan yang saya lakukan, akan saya ceritakan kita bahas di bagian kedua dari tulisan ini.
Salam,
Bob P. Sumitro, Sportster 883
================================================
Laporan Kronologis Kecelakaan Lalu Lintas HMPC
Di Jalan Umum Desa Karang Rau, Banyumas, Jateng
Minggu, 11 Desember 2005, pukul 13:00 WIB.
================================================
Data2 kejadian:
Hari/Tanggal : 11 Desember 2005
Waktu : 13:00 WIB
Klotur : Group 2 (Start dari Kaliurang pukul 08.35 WIB)
Anggota : 14 motor Honda Megapro (termasuk 5 orang petugas)
Tempat Kejadian :
Jalan Umum Desa Karang Rau
Kec. Banyumas, Kab. Banyumas, Jawa-Tengah.
Lalu Lintas : Sepi dan Lancar
Kondisi Lokasi : Jalanan menurun agak menikung ke kiri. Aspal mulus.
Cuaca : Gerimis kecil
Korban2 :
Erwin W. Peterson, 29thn (B 4941 IU - DPK 003)
Danang Cahyono, 22thn (Pengemudi Vespa AB 6795 PA)
Sastro D Dasiran, 66thn (Pengemudi Bus AB 2730 CA)
Susunan Petugas :
Road Captain: Erwin WP
Road Officer: Poy “Skotlet” dan Rianto
Sfty Officer: Deny “Bonsay” dan Dyka Adyoso
Saksi-saksi:
- Poy “Skotlet” dan Rianto (2 blocker, posisi didepan Erwin)
- Dinno (boncenger dgn Dedy ATB, posisi persis dibelakang Erwin)
Pendahuluan:
Catatan kronologis ini dibuat berdasarkan keterangan para saksi2 dan korban2 yang berada dilokasi. Walau demikian, HMPC berusaha menjelaskan fakta dan kondisi sejelas mungkin saat kejadian, sehingga didapat penyebab musibah serta kesimpulan yg nantinya akan dievaluasi menyeluruh oleh Div Turing sbg masukan SAFETY RIDING HMPC.
Kronologi Kejadian:
Rombongan HMPC Jabodetabek dibagi 3 group, pagi itu mulai meninggalkan Kaliurang setelah mengikuti Jambore Megapro Jogjakarta menuju Jakarta. Group 1 & 2 berangkat pukul 08.35WIB dengan jeda yg tak terlalu lama, sementara Group 3 menyusul pada pukul 10.10WIB melalui rute yang berbeda. Kondisi Fisik all crew cukup baik setelah istirahat yg cukup semalam.
Perjalanan Group 2 termasuk lancar walaupun ada beberapa trouble kecil dijalan. Memasuki desa Karang Rau sekitar BUNTU, jalanan cenderung turun naik dan banyak kelokan. Hujan gerimis kecil turun menjelang lokasi kejadian. Dengan kecepatan rata2 antara 50-60 km/jam, peserta tetap menjaga jarak aman konvoi dgn formasi 1 barisan. Saat konvoi sampai dijalan menurun agak menikung ke kiri, dari arah depan melaju sebuah bus wisata penuh penumpang. Sementara itu dijalur yg searah dengan konvoi, ada satu bus besar dan sebuah vespa. Dua petugas depan, Poy dan Rianto mulai menyusul bus dan vespa tadi dengan lambaian tangan tanda rombongan akan lewat, otomatis sopir bus yang dari arah depan mulai menahan lajunya malah nyaris berhenti memberi jalan.
Dengan perkiraan sisa jarak aman, Erwin sebagai RoadCapt mencoba mendahului dengan asumsi aba2 petugas depan telah diketahui pengemudi 2 bus tadi dan si pengendara vespa. Namun saat Erwin ingin masuk ke jalur kiri, ternyata pengendara vespa menguntit dgn jarak yg terlalu dekat. Kecelakaan pun terjadi, buntut kiri belakang Megapro Erwin disundul vespa dan langsung terhempas ke seberang depan. Jalan yg menurun serta kecepatan motor saat mendahului menambah kerasnya gaya dorong. Diwaktu yg bersamaan Dinno+Boncenger menahan laju motornya mencari jarak aman kembali dibelakang bus, daripada terlalu memaksakan setelah melihat vespa didepan menguntit dekat dibelakang erwin.
Detik2 kejadian memang menjadi blindspot bagi petugas depan, dinno dan seluruh peserta dibelakang. Tubuh erwin terlempar tanpa ada yg mengetahui pasti apakah membentur vespa atau jalanan terlebih dahulu. Namun posisinya tubuhnya berhenti tergeletak dikolong bus depan dgn posisi kepala persis didepan ban. Sementara pengemudi vespa hanya terguling.
Suasana panik, warga dan anggota konvoi berlarian menolong. Namun untungnya Erwin masih dalam keadaan sadar walau menahan sakit. Dgn jelas dia memberi tahu agar jangan langsung digotong ke pinggir, tapi cari alas keras dahulu sebagai pengganti tandu. Dinno dkk yg bbrp waktu lalu ikut BLS segera menerapkan step by step pelatihannya dgn tepat. Tubuh Erwin dipinggirkan dgn hati2 menggunakan bale bambu sambil menunggu Poy yg langsung pergi mencari Ambulan dari RS terdekat. Group 1 sampai dilokasi, Rio CP cs mengatur komando penyebaran info bagi group lain dan penanganan pertama utk Erwin. Bayang2 cedera berat pada tulang belakang atau patah tulang tetap menghantui hingga akhirnya evakuasi pertama ke RSUD Banyumas dilakukan.
Polisi datang mengamankan lokasi dan mengumpulkan kendaraan yg bertabrakan. Sementara Erwin dalam penanganan UGD RSUD Banyumas, satu persatu group lain mulai berdatangan. Malam itu dengan segala upaya, Erwin terpaksa di Evakuasi ke RS Al-Hidayah yg mempunyai dokter Orthopedi terbaik di Purwokerto pada pukul 19.30. Kekhawatiran memuncak saat menunggu keputusan dokter, yaitu bisa atau tidaknya perjalanan dilanjutkan dengan ambulan menuju RSPP Jakarta sbg penanganan lebih lanjut oleh ahlinya. Akhirnya Dokter mengatakan aman utk dibawa, dan mengantisipasi segala kemungkinan yg bisa terjadi diperjalanan nanti. Tepat pukul 11 malam, Ambulans dari RS Al Hidayah meluncur menuju Jakarta dan sampai pukul 08.00 pagi. Syukur alhamdulilah, sesampainya di RSPP segera ditangani via UGD dan masuk ruang perawatan ICU A RSPP Jakarta.
Kondisi motor:
Vespa hanya lecet2 saja. Motor Erwin: Setang belipet, penahan setiga komstir patah, lampu rem belakang pecah, tangki penyok dan baret2, Box Givi E33 utuh hanya kait tatakannya patah, Footstep Bengkok (cmiiw).
Kesimpulan:
Ada banyak kesimpulan atas musibah ini, namum HMPC mencoba bersikap arif dan bijak, mengambil hikmahnya lebih dalam lagi, dgn itu maka tidak seluruhnya dapat kami release utk menghormati keadaan rekan kami, kecuali:
1. Kel Besar HMPC merasa mendapat cobaan yg sangat berat atas musibah yg terjadi ini.
2. Seluruh aspek Safety Riding di HMPC akan dibahas kembali dgn standarisasi yang jauh lebih baik.
3. Mohon doa kesembuhan utk rekan kami Erwin WP yg saat ini berangsur membaik dan sudah pindah dari ICU A ke Ruang Rawat 252 di RSPP.
Ucapan Terima Kasih:
1. Warga Desa Karang Rau, Buntu-Banyumas yg telah menolong rombongan kami dilokasi.
2. Mbak Linda dan Suami dari INDOSAT Purwokerto (Mbak.. many2 thanks!!)
3. Mas Asrul dari Mercy Pwt, (Bimo.. tlg sampaikan terimakasih kpd beliau)
4. Bro Agus dari Purwokerto Tiger Brother (PTB).
5. Dokter Iman + Perawat2 dari RS AL HIDAYAH Purwokerto (Thanks dok atas secercah harapan malam itu)
6. Pak Manto, Pak Rambat (Driver Ambulans) dan Heri (Perawat RSUD Banyumas)
7. Rekan2 JMPC (Jogja), MMCB (Banten), JMPC (Jambi), Mepsa (Salatiga) juga Klub2 lain atas doa dan simpatinya.
8. Seluruh member HMPC Chapter Jabodetabek, Bandung, Semarang dan Sidoarjo atas kekompakan dan kebersamaan dimalam itu. (Asli gw terharu men waktu denger RIO CP mimpin doa sebelum Toast bareng!!)
9. Dan seluruh pihak yg tidak dapat kami sebutkan satu persatu disini.
Semoga Tuhan YME membalas jasa mulia anda semua. Amin.
LONG LIVE & BRAVO HMPC..!!
Wass,
Mohammad Iqbal
PIC HUT HMPC dan Jambore Jogja
=============================================
Log Touring Group III (Keberangkatan)
Hut ke2 HMPC Semarang dan Jambore Megapro Jogja
=============================================
Group III
- Road Captain : Iqbal Sekum (PIC)
- Road Officer 1 : Sammy (Blocker 1)
- Road Officer 2 : Andri KG (Blocker 2)
- Safety Officer 1: Rio CP (Sweeper 1)
- Safety Officer 2: Erwin / Dhani (Sweeper 2)
- Storing : Kirman dan Tomo
Peserta :
Tito, Adrianto, Aldi, Toni “dokter”, Wannu, Widhi aka Ian, Binyo, Marno.
Kamis malam 08/12/05 pukul 20.00, satu persatu peserta mulai kumpul di Basecamp Kalibata. Hujan deras yg mengguyur Jakarta membuat beberapa peserta telat datang. Cek kendaraan satu persatu oleh Div turing, kemudian pembagian toolkit/medic kit serta pengisian DATA EMERGENCY. Lanjut briefing dan doa sambil menunggu beberapa rekan dari Depok yg belum kunjung tiba. Berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 10.10, diputuskan Group 2 (Ucil dan Karman Cs) berangkat duluan dgn personil terlambat akan masuk group 3 dan akan re-grouping kembali di Basecamp Bekasi. Dibalik wajah2 penuh semangat, terbersit kekhawatiran mengingat kemungkinan jalanan licin akibat hujan tadi.
Tak lama, personil yg telat datang. Group III berangkat dgn lambaian dan iringan kata2 hati2 dijalan dari pengantar. Masuk Kalimalang raya, Sammy (Sweeper 1) mengalami trouble karbu, Tomo dan Kirman dgn tangkas menyelesaikan masalah. Sampai diBekasi kita kumpul, Last brief kembali dgn penekanan keselamatan baik petugas/peserta. Sedikit mundur dari jadwal, Group 1, 2 dan 3 meluncur perlahan dgn pasti meninggalkan Bekasi.
Masuk Cikampek, jalanan gelap dan berlubang, Ian trouble lampu. Berhubung speed yg cukup kencang, rombongan jadi lumayan berjarak. Rombongan depan berhenti menunggu kabar, baru selesai Rio CP Sweeper1 laporan, seorang kenek mobil sayuran yg melintas teriak2 “temannya ada yg jatoooh mass..!!”. Feeling mengatakan something happen behind.. Gw coba ngecheck mundur kelokasi, dan ternyata sudah teratasi. Rombongan maju sampai lagi bertemu orang2 berteriak dari pinggir jalan, Wooi STOP!!. Ada apa lagi nih?? Kita Check dan ternyata, Erwin sweeper2 sedang mengobati luka2 dilututnya di bale2 warung. Singkat cerita, saat trouble tadi dia berusaha mengejar rombongan depan tapi naas, roda depannya tergelincir ditikungan panjang yg berpasir dan gelap. Kami bersyukur, dia tolong bbrp orang yg sedang kumpul diwarung kopi. Pfiuff.. nyaris terlewat men. Untung tanpa kerusakan berarti dimotor dan Erwin siap meluncur kembali. Thanks a lot buat bapak2 diwarung kopi. Dhani segera menggantikan posisi Erwin sebagai Sweeper. Sebelum lanjut, sempat sms masuk mengabarkan Bimo dari group 1 mengalami masalah aki jebol didepan. Spt antisipasi dr awal, duet Storing Kirman/Tomo akan menjadi “Kutu Loncat” ke group bermasalah/terakhir, segera Replace dengan Dino/Dedy ATB.
Rombongan lanjut tanpa kendala sampai azan subuh di Palimanan, kita tak mau ambil resiko krn rata2 konsentrasi mulai pecah dilanda kantuk. Kita rest ½ jam utk sholat subuh sambil nyeruput segelas kopi dan roti sbg pengganjal perut dan senam seadanya. Dirasa cukup, kmudian melaju santai diiringi hangatnya matahari yg mulai menghangatkan punggung. Target rest lagi nanti di Pekalongan untuk sarapan. Masuk kabar group 2 yg sdg menyelesaikan trouble di KUDA BESI Tegal utk Las Knalpot. Jam 09.30 tiba di RM SWIKE-Pekalongan, kita rest agak panjang, sebab perut mulai tidak mau kompromi krn cuma dijejali roti/kopi subuh tadi. Menu Soto Buntut, Ayam Goreng, Teh Manis dan lainnya dilahap ganas Bikers group 3. Setelah itu, urat2 mulai mengendur dan rileks, berbarengan hilangnya gemetar ditangan krn lapar tadi. Petugas Confirm Rute selanjutnya ditemani Bro Toto dr HMGC Pekalongan yg menjadi penunjuk jalan. Thanks bro Toto, We are Ready to Rolling.!!
Harap diperhatikan utk satu ini, Kombinasi Perut Kenyang dan Jalanan naik turun Alas Roban ternyata menghasilkan kantuk yg luar biasa!! Padahal belum ada 1 jam kita jalan dr rest terakhir. OK Stop lagi di Pom Bensin BATANG, mengguyur kepala dengan air kran agar lebih segar. Duet Blocker Sammy dan Andrie KG kabur didepan, dibawah pohon rindang mereka menunggu spt 2 sejoli. Asiiik yeeh.. leyeh2 dibawah pu’un.. mata lengkeeet. Hehehe.
Petugas2 mulai mengatur irama kecepatan, antisipasi letih dan dehidrasi menjelang Kota Kendal yg panas. Maju sedikit menjelang kota Semarang kita STOP menunggu penjemput ditepi jalan, sampai akhirnya group 2 bergabung. Setelah cukup lama menunggu penjemput dan hilangnya UCIL CaptRoad Group 2 (sholat kagak ngomong2 nih bocah), kita lanjut. Walau jarak mulai dekat, tetap konsentrasi penuh dihari jumat siang itu. Pasalnya jalur macet dan beliku2 utk sampai Base Camp HMPC Semarang. Pukul 14.45 kita sampai, dsana sudah berkumpul tamu2 HMPC dari Surabaya, Gresik, Ungaran dsb. Setelah diisi lontong sayur pengganti makan siang yg telat, kita meluncur ke Bandungan (Penginapan dan Lokasi utk HUT HMPC ke 2). Hujan dan hawa dingin menyambut, menyegarkan fisik2 yg letih ini pukul 16.30wib. Suasana langsung berubah meriah dikomplek penginapan itu, sebagian mengisi kamar2 dengan extra bed yg nyaman sekali utk BBS aka Bobo2 Sore.. hmmm..
Syukur alhamdulilah sampai.. Sekian dulu report ini, bersambung ke Laporan Kronologis Kecelakaan Erwin yg akan gw Post segera. Mohon maaf kalo ada kesalahan kata2/data, maklum pikiran dan phisik terkuras banget utk macem2.
BRAVO HMPC..!!
KEEP ROLLING AND BE BROTHERHOOD FOREVER..
Wass,
Mohammad Iqbal
Capt Road Group 3 (PIC)
===============================================
Laporan Ulang Tahun HMPC ke2 Semarang
Komp. Penginapan Kediri, Bandungan - Semarang
Sabtu-Minggu, 10-11 Desember 2005, 22.00 WIB
===============================================
Sedikit review Acara Ultah HMPC.
Puji Syukur Alhamdulilah, di Acara yg sederhana namun Khidmat, HMPC telah sampai pada usianya yg ke2. Banyak sudah waktu dan moment terlewat, hanya satu yg kita petik, Rasa Kebersamaan dan Kekompakan dalam Keluarga Besar HMPC takkan pernah lekang dimakan Usia. Kehadiran teman2 MAPRAS, MEPSA, JMPC Jombang, COMPAG dsb. menambah suasana hangat malam itu. Sepantasnyalah kami memberikan apresiasi setinggi2nya kepada klub2 lain atas hubungan baik yg telah terjalin dgn HMPC selama ini. Di acara kumpul semua Chapter ini, HMPC melalui Ketum Harry juga menyerahkan PLAKAT untuk Chapter Bandung, Sidoarjo dan Bekasi. Kemudian lanjut ke pemotongan tumpeng oleh Nopeck (Ketchap Smg) yg diserahkan kpd Ketum Harry. Setelah ditutup dgn doa bersama, kita sama2 mencicipi hidangan Nasi Tumpeng, Urap, Tahu dan Ikan Asin yg terasa nikmat sekali..
Sekali lagi, Walo semua rasa tak bisa terucap, namun dibenak seluruh HMPCers yg hadir malam itu, sangat terasa sekali bahwa Klub tercinta ini sudah Besar, dan KAMI BANGGA menjadi ANGGOTA HMPC. Utk para tamu dan anggota semua, Kel Besar HMPC, jg Chapter Semarang yg menjadi Tuan rumah, mohon dibukakan maaf bila dalam pelaksanaan HUT ke 2 ini banyak sekali kekurangan dan kealpaan. Kami berusaha yg terbaik dan maksimal utk kelancaran acara ini. Terimakasih.
BRAVO HMPC..!!
HAPPY 2nd ANNIVERSARY FOR HONDA MEGAPRO CLUB..
Keep Rolling and be Brotherhood Forever Guys..!!
===============================================
Log Touring HMPC Goes to Jambore Megapro Jogja
Sabtu-Minggu, 10-11 Desember 2005, 05.00WIB
===============================================
Susunan Petugas Konvoi :
- Road Captain 1 : Iqbal Sekum (PIC)
- Road Captain 2 : Jo Febri
- Road Officer 1 : Bule Smg (Guide)
- Road Officer 2 : Sammy (Blocker 1)
- Road Officer 3 : Poy “skotlet” (Blocker 2)
- Road Officer 4 : Bonsay (Blocker 3)
- Road Officer 5 : Karman (Blocker 4)
- Road Officer 6 : Andri KG (Blocker 5)
- Safety Officer 1: Rio CP (Sweeper 1)
- Safety Officer 2: Dhani (Sweeper 2)
- Safety Officer 3: Antok (Sweeper 3)
- Safety Officer 4: Rianto (Sweeper 4)
Tidak ada penunjukan petugas konvoi massal sebelumnya. Tapi mengingat rombongan yg berjumlah -/+ 200 motor, petugas2 group langsung berinisiatip membentuk formasi kawal 2 barisan.
Route :
Bandungan – Secang – Magelang – Blondo – Muntilan – Sleman – Yogyakarta.
Pukul 04.30 pagi, Seluruh HMPCers dan Tamu2 bersiap2 Rolling setelah Sukuran Ulang Tahun HMPC ke2 dan istirahat yg cukup. Tepat pukul 05.00, Deru motor dan kerlip hazard rombongan menandai perjalanan rombongan melalui jalan berkelak kelok menuju kota Jogjakarta. Pagi itu, segala aktifitas masyarakat terlihat sangat mengesankan. Mohon maaf ya pak, bu, dek, mas, mbakyu.. dan penumpang2 angkot.. mohon ijin numpang lewat dikota anda dan kami tidak bermaksut membuat macet seperti komo. Duet Ajibond dan Ditto sebagai cameramen dari Station MeggyTV dengan rajin turun-naik utk mngabadikan pricelles moment ini.
Incident kecil sempat terjadi, saat Bule yg menjadi Guide dapat lolos dilampu merah, namun blocker Sammy dan Poy menjadi ragu2 dgn rem mendadak stlh melihat lampu menjadi merah dan polisi yg berdiri diujung per3an diam saja. Aksi senggol menyenggol antara Sammy, Gw (CR1) dan Muis yg tepat dibelakang tak terelakkan. Untungnya tak terjadi tabrakan beruntun karena speed yg mulai pelan. Tak ada yg terluka, hanya motor gw bengkok footstep dan handgrip melintir ke bawah sedikit. Petugas kumpul utk brief ulang ttg incident tadi. Memang dibeberapa lampu merah sebelumnya, bapak2 polisi yg bertugas berbaik hati memberi prioritas kpd rombongan konvoy ini. (Kagok yak Sam.. Poy..??) hehehe.. Dengkul gw nyer2an dikit nih.
Masuk pinggir kota, rombongan tetap tertib dan rapih, barisan yg cukup panjang sedikit mengusik perhatian sebagian warga. Diselingi lambaian tangan pelajar2, mahasiswi2 (klakson otomatis bunyi kalo ketemu yg manis2), mbok2 yg ke pasar.. JOGJAKARTA HERE WE COME.. KULO NUWUN MBAH..! ![]()
Pukul 07.50 WIB, rombongan besar tiba di Lokasi Pembukaan Jambore. (Astra International Jl. Magelang). Bergabung kemudian Group 2 HMPC Bandung, Rekan2 MMCB / Jambi, dan Klub2 Megapro lain yg sejak semalam sudah berada di Pelataran Parkir Ambarukmo. Jogja Banjir Megapro.. Bener2 Rameee boo..
Ps: Hasil Pra-Musyawarah Nasional Megapro Indonesia akan dipost beberapa hari kedepan. Stay tune beibeh..
Wass,
Iqbal Sekum
Road Capt1
Jangan mengekor
Jangan menempel terlalu dekat dengan kendaraan di depan, Berbahaya! Kecuali Anda berniat jadi stiker yang nempel di bumper kendaraan orang lain. Motor brother akan lebih cepat dan mudah melewati kendaraan di depan kalau punya cukup ruang untuk berakselerasi sebelum masuk ke jalur berlawanan.
Antri di Lampu Merah, Belakang Garis Putih
Seringkali di persimpangan lampu merah puluhan motor bergerombol di barisan depan dan tidak sabaran. Akhirnya maju perlahan dan menunggu jauh di depan garis batas atau bahkan menerobos, mengabaikan begitu saja lampu lalu lintas yang masih menyala merah. Padahal hal ini sangat berbahaya dan seringkali memakan korban tabrakan adu kambing (muka dengan muka). Jadi antrilah dengan sabar dilampu merah, menunggu giliran jalan dan jangan lupa, dibelakang garis putih!
Sabar, Bung !
Kalau ada yang berhenti mendadak di depan kita, sabar…! Jangan langsung menendang atau meninju kendaraan itu. Lihat dulu kenapa dia berhenti mendadak. Mungkin di depan ada orang menyebrang tiba-tiba atau ada motor yang terpeleset. Kalau mobil atau motor depan tidak mengerem mungkin ada peristiwa pilu yang akan terjadi.
Kasih Jempol, Say Thanks
Biasakan berterima kasih. Ketika sebuah mobil memberi jalan atau melambat untuk membiarkan Anda lewat atau mengalah di sebuah persimpangan, tunjukkan bahwa Anda menghargainya. Berikan jempol sebagai tanda terima kasih! Bahkan walaupun Anda tidak tahu apakah mereka sengaja atau tidak. Setidaknya, berterima kasih itu gratis, tidak perlu biaya. Kalau Anda tidak mau melakukan untuk orang lain, lakukan itu untuk ibu Anda. Buat semua orang tahu kalau ibumu sukses membesarkan anak yang tahu sopan santun.
Jaga Jarak
Jagalah kelancaran lalu lintas. Jaga jarak dan berikan ruang untuk mobil yang akan masuk ke jalur searah Anda atau mobil yang akan pindah jalur (terutama mereka yang menggunakan lampu sein. Lambat laun orang-orang akan mulai merasa lega saat melihat pengendara motor, ketimbang merasa tegang.
Tolong Menolong
Cara mudah untuk mengubah image negatif menjadi positif bagi pengendara
motor adalah tawarkan bantuan pada sesama pengendara motor yang mengalami kesulitan, apalagi jika sang bikers adalah rekan komunitas bikers meski tidak satu bendera dengan kita. Paling tidak, Anda sudah sangat membantu hanya dengan menghubungi orang yang bisa membantu mereka. Malah mungkin keahlian Anda mengalahkan mekanik-mekanik yang mata duitan atau suatu hari bisa membuka bisnis ERA (Emergency Road Assistance).
Memberi Salam dengan Klakson
Bagi anda yang tergabung di komunitas Bikers, ada semacam etika mengenai salam persahabatan ketika saling bertemu di jalan. Jika bertemu rekan komunitas bikers lainnya perlambat kecepatan dan berikan salam atau minimal dengan klakson, sebagai tanda persahabatan. Lebih enak rasanya berkendara ketika kita memiliki teman seperjalanan sehingga bisa saling membantu jika ada masalah. Namun jika salam atau klakson tak dibalas, positif thinking saja mungkin klaksonnya sedang mati, atau sedang berkonsentrasi melihat gadis cantik di pinggir jalan.
Tanggung Jawab
Sejak tadi yang kita baca adalah sekedar langkah sederhana. Dasarnya, semua langkah itu adalah mengenai bermotor dengan bertanggung jawab. Diatas langkah-langkah tersebut adalah etika. Kita semua tahu, situasi di jalan raya seperti di hutan belantara. Tunjukkan bahwa sebagai salah satu Raja Belantara tersebut, kita sanggup menunjukkan sedikit terima kasih, toleransi dan menahan diri.
My fist contribute photo to maludong.com
hei mas.. pak.. bang! Ini jalan satu arah woi…
bikin orang cilaka aja nih.. gak pake helm pula. ![]()
Lokasi : Jalur satu arah depan Komp. BRIMOB, sebelum Kampus Pancasila dari arah Pasar Minggu. 29 Nov 05 pukul 11.30 WIB.
kirii piir.. kirii. awaaasss..!!
pfiuuh.. Yg dibelakang pontang panting ngebejek rem coy. Situ ngerasa nyetir mobil gede gak sih pak supir? emang truk maenan bisa belak belok seenak jidat.
Lokasi : Masuk Tol Jagorawi dari Cawang Interchange (Tol dalam Kota). 29 Nov 05 pukul 15.20 WIB.
Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here