2001: A Space Odyssey

January 5, 2006

Solusi Rante Keteng

Filed under: TIPS & MODIFIKASI

Artikel from motor plus. Worth to try man.
Mirip2 dikit sama yg gw bahas dulu tuh..

or just klik here for bigger image.

December 23, 2005

Yellow Box Junction

Filed under: TIPS & MODIFIKASI

Bro’s.. pernah gak melintas di perempatan Margonda dan jalan baru Djuanda ? Pasti deh ngeliat tempelan marka jalan warna kuning yang bentuknya rada aneh. Nah nama marka jalan tersebut adalah Yellow Box Junction. Marka jalan ini sangat bermanfaat apabila orang2 mengetahui maksudnya, namun sayang sedikit orang yang tau apa fungsinya, padahal sangat ironi ada spanduk dari Polres Depok tentang sosialisasi Yellow Box Junction, yang ternyata kurang efektif.

Yellow Box Junction adalah marka jalan yang bertujuan untuk mencegah kemacetan yang terjadi pada sebuah jalur dan berakibat mematikan seluruh arus pangendara dari jalur lain yang tidak macet. Bagaimana caranya? sama dengan white safety line, marka jalan ini membutuhkan kesadaran bagi para pengendara kendaraan, apabila terlihat jalur di depan tersendat atau tidak berjalan, pengendara diharapkan tidak masuk ke daerah Yellow Box Junction, walaupun kondisi pengendara pada posisi lampu hijau. dengan demikian ketika giliran jalur lain hijau, tidak akan terjadi kemacetan total.

Yellow Box Junction

Yellow Box Junction ini sangat berguna di persimpangan2 jalan yang padat, terutama pada jalan-jalan utama, pada jam puncak kepadatan lalulintas. Pic taken from here

December 20, 2005

TEKNIK MENGENDARAI MOTOR DENGAN PERLAHAN, BAG. 2

Filed under: TIPS & MODIFIKASI

Bagaimana keahlian atau skill seseorang mengendarai motor bisa dengan mudah kita lihat dari caranya mengendarai motor BUKAN pada kecepatan tinggi, tapi pada kecepatan rendah. Kalau pada kecepatan rendah dia terlihat santai dan menguasai motornya, pasti orang tersebut memiliki skill atau keahlian yang, minimal, bagus. Sedangkan kalau pada kecepatan rendah dia terlihat kagok, berkali-kali menurunkan kaki – atau bahkan seperti yang sering saya lihat di jalan, sama sekali tidak menaikan kaki dan terus menyeret kakinya – maka bisa dipastikan orang itu skill-nya pas-pasan.

Kalau anda bertemu pengendara seperti itu, saran saya cuma satu: menjauh dari dia dan jaga jarak anda. Kenapa? Karena orang itu skill-nya pas-pasan, artinya skill-nya hanya pas untuk jalan raya yang kosong dan tidak ada kendaraan lain di sekitarnya.

KESEIMBANGAN

Ketika berjalan dengan kecepatan di atas 10 kph, motor cenderung stabil dan seimbang. Semakin cepat motor berjalan (sampai batas tertentu), semakin stabil motor tersebut. Karena itu, mengendalikan motor yang berjalan cepat (apalagi di jalan yang lurus) amat sangat mudah. Kita nggak perlu repot karena pada kecepatan tinggi motor akan menjaga keseimbangannya sendiri tanpa perlu campur tangan kita.

Keadaannya berbeda sekali dengan ketika motor dalam keadaan berhenti atau ketika motor berjalan perlahan, misalnyadi bawah 10 kph. Pada kecepetan serendah itu motor sama sekali tidak seimbang dan cenderung jatuh. Kita harus “campur tangan” supaya motor tidak jatuh dengan cara menjaga dan mengatur keseimbangan kita, serta meng-counter ketidak seimbangan motor.

Itu sebabnya kenapa seorang pengendara motor bisa melepaskan pegangan kedua tangannya dari stang ketika motor berjalan cepat, dan motor tidak jatuh. Anda tidak perlu heran atau kagum, bahkan anda perlu prihatin karena orang tersebut tidak saja membahayakan dirinya sendiri, tapi juga membahayakan orang lain.

Sebaliknya, kalau anda melihat ada orang yang mengendarai motor dengan kecepatan sangat rendah di bawah 10 kph, tanpa kedua tangannya memegang stang, anda perlu kagum dan, saran saya, belajar dari orang tersebut.

Jadi, supaya kita bisa mengendalikan motor pada kecepatan rendah (dan meningkatkan skill kita) hal yang menurut saya paling penting adalah:

1. Hilangkan faktor-faktor yang akan menambah terganggunya keseimbangan motor. Jangan lupa, motor yang berjalan pelan kondisinya tidak seimbang dan tidak stabil, jadi jangan dibuat menjadi lebih tidak seimbang.

2. Pelajari dan berlatih teknik atau cara membuat motor yang tidak seimbang pada kecepatan rendah menjadi seimbang dan stabil. Dengan kata lain, saya belajar mengendalikan motor pada kecepatan rendah. Dalam bagian pertama, saya sudah bercerita tentang kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan. Kesalahan-kesalahan tersebut mengakibatkan bertambah terganggunya keseimbangan motor pada kecepatan rendah.

Motor yang tidak seimbang pada kecepatan rendah menjadi bertambah tidak seimbang. Setelah menyadari kesalahan tersebut, hal pertama yang saya lakukan adalah : BERHENTI melakukan kesalahan tersebut.

Jadi yang saya lakukan sangat sederhana:

1. Mengurangi dan berusaha tidak lagi memakai rem depan ketika motor berjalan perlahan dengan kecepatan di bawah 15 km per jam;
2. Berusaha sebisa mungkin untuk tidak menurunkan kaki ketika berjalan perlahan di tengah kemacetan;
3. Tidak lagi melihat ke bawah ketika motor jalan pelan; dan
4. Tidak lagi melihat ke ban belakang motor di depan saya, atau ke bemper mobil di depan saya, dan sebagai gantinya melihat jauh ke depan.

Empat hal di atas saya lakukan untuk menghilangkan faktor-faktor yang membuat motor semakin tidak seimbang, dan … berhasil! Resep sederhana di atas sudah banyak membantu saya dalam mengarungi kemacetan, tapi masih belum cukup.

Resep di atas tujuannya adalah untuk menghilangkan fator-faktor yang menambah terganggunya keseimbangan. Sedangkan untuk membuat motor seimbang pada kecepatan rendah, ada beberapa teknik yang perlu selalu saya latih dan kuasai. Nah, gabungan antara resep di atas dengan teknik di bawah, banyak sekali membantu saya mengarungi kemacetan di jalan.

Saya akan berbagi pengalaman saya berlatih teknik mengendarai motor pada kecepatan rendah yang bisa dibagi menjadi dua:

* Mengendarai motor pada kecepatan rendah - lurus
* Mengendarai motor pada kecepatan rendah - belok

Teknik tersebut bukan teknik yang sulit, bahkan menurut saya sangat mudah untuk dipahami dan dipelajari. Meski mudah dipahami dan dipelajari, untuk bisa menguasai teknik-teknik tersebut saya perlu (dan menurut saya HARUS) meluangkan waktu untuk melatihnya. Walaupun saya rajin melatih teknik tersebut, sampai saat ini skill saya belum mencapai kategori bagus, menurut saya baru mencapai kategori tidak terlalu jelek.


PERINGATAN!!!

Teknik-teknik berikut adalah apa yang saya lakukan. Kalau anda ingin mencoba berlatih teknik-teknik berikut, ada kemungkinan anda terjatuh yang mengakibatkan anda cedera dan/atau motor anda rusak. Saya tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang mungkin akan anda alami. Dengan kata lain, resiko tanggung sendiri. Kalau anda putuskan untuk berlatih, jangan lupa pakai helm, sarung tangan, riding boots dan jaket untuk mengurangi resiko cedera.

1. Mengendarai motor pada kecepatan rendah – lurus

Untuk melatih teknik ini, tempat yang ideal adalah lapangan parkir yang luas dan sepi. Dulu lapangan parkir di pacuan kuda Pulomas bisa dipakai untuk belajar naik motor atau mobil, tapi sayang sekarang sudah tidak bisa lagi.

Kalau lapangan luas tidak ada, anda bisa cari jalan lurus yang sepi, dan sebaiknya satu arah. Kebetulan di dekat rumah saya, jalan Pulomas cukup ideal untuk belajar naik motor perlahan. Sebelum anda mulai, pastikan mesin motor anda dalam keadaan panas, karena kalau mesin motor dingin biasanya mesin akan gampang mati.

Latihan

Oke, di lapangan atau jalan pilihan anda, mulai dari posisi berhenti.

Bersiap dengan kedua kaki di tanah, tarik kopling dan masuk gigi 1. Dengan kaki kiri tetap di atas foot peg, putar gas dan lepas kopling pelan-pelan. Jangan dilepas sampai habis, mungkin dilepas ½ atau 2/3, sampai motor bergerak maju. Ketika motor mulai bergerak, angkat kaki kanan dan taruh di atas footpeg (rem belakang) dan kopling tetap ditahan tidak dilepas sampai habis.

Coba jalan dengan kecepatan 10 kph. Lirik speedometer, JANGAN melihat speedo terlalu lama, cukup sebentar saja. Melihat ke speedometer untuk waktu yang lama akan membuat keseimbangan anda terganggu. Kalau motor terlalu cepat, injak rem belakang dengan tetap menahan gas dan kopling, dan kemudian perlahan-lahan kurangi gas dan tarik kopling supaya tidak terlalu cepat. Dengan cara ini, anda punya tiga cara untuk mengendalikan motor: gas, kopling dan rem belakang.

Setelah anda merasa nyaman dengan kecepatan 10 kph sepanjang 10-20 meter, berhenti dan mulai lagi. Kali ini coba jalan dengan kecepatan kurang dari 10 kph. Setelah itu, coba dengan kecepatan yang lebih rendah lagi, misalnya 5 kph.

Kalau motor terasa akan jatuh dan mulai miring, lepas kopling dan tambah gas sedikit, maka motor akan kembali tegak. Setelah motor kembali tegak, kurangi kecepatan lagi dengan menginjak rem belakang dan mengurangi gas. Tujuan menginjak rem dengan tetap nge-gas motor adalah supaya tetap ada tenaga dorong di ban belakang (yang membantu membuat motor seimbang) tetapi tenaga dorong tersebut ditahan juga oleh rem.

Selama anda lakukan ini, pandangan mata anda harus ke arah depan dan tidak melihat ke bawah, anda perlu memandang ke arah kira-kira setinggi posisi mata anda. Sekali lagi, JANGAN melihat ke bawah karena keseimbangan anda akan terganggu.

Kunci utama di sini adalah mengatur keseimbangan antara gas, kopling dan rem. Jangan pernah menarik kopling sampai habis dan membuat motor meluncur. Kopling harus selalu ditahan, tidak dilepas sepenuhnya tapi juga tidak ditarik sepenuhnya. Tujuannya adalah untuk mengatur kecepatan. Tekniknya kira-kira sama dengan kalau anda mengendarai mobil dengan transmisi manual di tanjakan. Anda harus menyeimbangkan gas dan kopling supaya mobil tidak maju tetapi juga tidak meluncur turun.

Setelah anda lakukan latihan ini selama mungkin 15 menit sampai 1 jam, tergantung kesabaran anda, anda bisa mulai mencoba mempraktekkan teknik ini di jalan macet. Sebagai tambahan, setelah latihan pertama ini dan anda sudah mulai terbiasa dengan teknik ini, anda bisa memanfaatkan kemaceten di jalan sebagai tempat untuk berlatih.

Saya pribadi, selalu memanfaatkan setiap kemacetan sebagai sarana untuk melatih teknik ini. Kalau anda lakukan ini di jalan, anda HARUS ekstra hati-hati, karena banyak kendaraan lain di sekitar anda. Apabila anda rasa motor mulai miring sedangkan kondisi jalan membuat anda sulit memainkan gas, kopling dan rem untuk menegakkan kembali motor, JANGAN RAGU untuk menurunkan kaki dan berhenti.

Biasanya setelah berjalan perlahan untuk waktu yang agak lama (di atas 5 menit) dengan memakai teknik di atas, mesin motor akan lebih panas daripada biasanya. Yang selalu saya lakukan setelah keluar dari kemacetan adalah menjalankan motor di gigi 2 atau 3 dengan RPM rendah untuk mendinginkan mesin.

2. Mengendarai motor pada kecepatan rendah – belok

Dasar untuk teknik belok perlahan sama dengan teknik jalan perlahan lurus, anda harus memainkan gas, kopling dan rem. Selain itu, ada tambahan yaitu adalah anda harus memiringkan motor untuk belok dan anda harus menjaga keseimbangan.

Seperti dulu pernah kita bahas ketika bicara masalah counter-steering, untuk membelokkan motor yang harus dilakukan adalah memindahkan contact patch ban dari bagian bawah ban ke bagian ban di arah mana kita ingin belok. Jadi kalau motor ingin kita belokkan ke kanan, maka contact patch harus kita pindah ke kanan, begitu pula sebaliknya kalau mau belok kiri maka contact patch harus dipindah ke kiri.

Prinsip untuk belok pada kecepatan tinggi atau kecepatan rendah adalah sama, yakni anda harus memindahkan contact patch. Perbedaannya adalah dalam cara memindahkan contact patch ini.

Untuk belok pada kecepatan tinggi, anda memindahkan contact patch dengan melakukan counter-steering. Sedangkan ketika anda berjalan perlahan di bawah 15 kph, anda memindahkan contact patch dengan steer ke arah mana anda ingin menuju. Artinya, pada kecepatan rendah stang motor anda arahkan ke arah mana anda ingin belok. Kalau anda ingin belok kiri, maka stang motor anda arahkan ke kiri, begitu juga sebaliknya kalau anda akan belok ke arah kanan, maka stang motor anda arahkan ke kanan.

Selain itu, anda juga perlu memiringkan motor anda, semakin miring motor anda, semakin kecil radius beloknya. Tapi hati-hati, kalau anda hanya memiringkan motor tanpa menyeimbangkan motor anda pasti jatuh. Untuk itu anda harus melatih teknik menyeimbangkan motor ketika motor ada pada posisi miring.

Menyeimbangkan motor yang miring dilakukan dengan cara memindahkan berat badan anda ke arah yang berlawanan dengan arah kemiringan motor, atau bagian luar. Misalnya begini. Anda belok atau berputar (U-turn). Anda memiringkan motor ke kanan supaya motor belok ke kanan. Untuk mencegah supaya motor tidak jatuh, anda HARUS memindahkan berat badan anda ke bagian kiri motor. Begitu juga kalau anda belok ke kiri, motor anda meiringkan ke kiri, maka berat badan harus anda pindahkan ke sebelah kanan.

Coba bayangkan lingkaran. Ketika berbelok, anda seolah-olah sedang membuat lingkaran. Kalau anda berbelok ke kanan, maka lingkarannya ke arah kanan, sesuai jarum jam. Kalau anda belok ke kiri, maka lingkarannya ke kiri, berlawanan dengan jarum jam. Untuk menyeimbangkan motor yang berbelok, anda harus memindahkan berat badan anda ke sebelah luar lingkaran.

Dengan memindahkan berat badan ke sebelah luar, anda bisa lebih memiringkan motor anda dan anda bisa belok dengan lebih tajam, dengan radius putaran yang lebih kecil. Dari cara orang berputar kita juga bisa perkirakan bagaimana skill orang tersebut.

Anda bisa memindahkan tumpuan berat badan anda dengan cara berdiri di atas foot peg. Jadi kalau anda berputar atau belok ke arah kanan, pindahkan tumpuan berat badan anda ke kiri dengan cara berdiri di atas footpeg sebelah kiri. Begitu juga sebaliknya.

Berdiri di foot peg bukan hal yang sulit kalau motor anda memakai mid control, seperti motor sport. Agak repot kalau motor anda memakai forward control seperti kebanyakan motor jenis cruiser atau tourer. Nah, untuk anda yang motornya memakai forward control, satu cara untuk memindahkan berat badan adalah dengan menggeser pantat anda ke bagian luar. Jadi misalnya anda belok kanan, maka geser pantat anda ke bagian kiri jok motor anda, begitu juga sebaliknya kalau belok kiri, geser pantat anda ke sebelah kanan jok.

Oh ya, saya sering sekali melihat pengendara motor yang kalau duduk di motornya selalu dalam posisi miring. Ada yang miring ke kiri ada juga yang ke kanan. Menurut saya, posisi seperti itu berbahaya, karena motor menjadi semakin tidak seimbang. Posisi duduk yang benar adalah posisi di mana berat badan anda terpusat di bagian tengah motor.

Oke cukup teorinya, sekarang kita coba latihannya.

Latihan

Seperti halnya latihan mengendarai motor pada kecepatan rendah – lurus, latihan untuk belok pun idealnya dilakukan di lapangan parkir yang luas. Kalau tidak ada lapangan parkir atau lapangan yang luas, anda bisa pergunakan jalan yang sepi yang mempunyai U-turn atau putaran.

Sama dengan teknik mengendarai motor pada kecepatan rendah – lurus, sewaktu belok pun anda tetap harus memainkan gas, kopling dan rem. Ditambah dengan memindahkan berat badan anda ke sebelah luar atau lawan arah anda belok.

Di putaran / U-turn anda kurangi kecepatan sehingga kecepatan sekitar 10 kph. Pastikan bahwa tidak ada kendaraan lain dari arah berlawanan. Setelah anda pastikan bahwa tidak ada kendaraan dari arah berlawanan, miringkan motor anda ke arah kanan dan pindahkan tumpuan berat badan ke sebelah kiri, baik dengan cara berdiri di atas footpeg kiri atau menggeser pantat anda ke sebelah kiri jok.

Sewaktu motor mulai miring dan belok, arahkan kepala dan pandangan anda JAUH ke arah mana anda akan belok. Untuk latihan ini, arahkan kepala anda DAN pandangan anda ke arah kanan. Anda HARUS mengarahkan kepala anda, bukan hanya pandangan anda saja.

Jangan tarik kopling sampai habis, tetapi gunakan teknik yang sama dengan teknik berjalan perlahan lurus. Putar gas dan tahan kopling supaya tetap ada tenaga dorong di ban belakang, serta injak rem belakang untuk mengatur kecepatan. JANGAN PAKAI REM DEPAN, karena anda pasti langsung jatuh kalau anda pakai rem depan.

Apabila ketika belok atau berputar anda merasa motor akan jatuh, tambah gas, atur kopling, lepas sedikit rem belakang dan tetap pindahkan berat badan anda ke sebelah luar. JANGAN lepas gas atau tarik kopling sampai habis, karena kalau anda tarik kopling sampai habis, motor anda akan kehilangan tenaga dan anda akan terjatuh.

Sewaktu anda berbelok, JANGAN melihat ke bawah. Arahkan pandangan mata (dan kepala anda) ke arah mana anda akan berputar. Kalau anda melihat ke bawah, pasti anda akan jatuh.

Lakukan beberapa kali dengan kecepatan 10 kph sampai anda puas dengan kemampuan anda mengendalikan dan menjaga keseimbangan motor dengan teknik gas, kopling, rem, dan memindahkan tumpuan berat badan.

Setelah anda puas dengan kecepatan 10 kph, kurangi kecepatan menjadi lebih pelan. Goal anda adalah untuk bisa berputar dengan kecepatan setidaknya 5 kph dan radius putaran yang semakin kecil sesuai dengan motor anda.

Teknik belok atau berputar ini jauh lebih mudah dilatih di lapangan yang luas. Tekniknya sama, hanya yang perlu anda lakukan sedikit berbeda. Di lapangan yang luas anda perlu belajar berputar membuat lingkaran. Awalnya buat lingkaran yang agak besar tetapi setelah anda merasa nyaman dengan lingkaran besar, coba buat lingkaran yang lebih kecil dan semakin kecil.

Penutup

Kedua teknik yang saya ceritakan di atas adalah teknik dasar yang, sekali lagi menurut saya lho, perlu sekali dikuasai oleh seorang pengendara motor. Menguasai kedua teknik tersebut akan membuat kita menjadi pengendara motor yang lebih baik dan Insya Allah lebih aman di jalan raya.

Selamat mencoba dan berlatih, semoga cerita saya ini ada manfaatnya bagi teman-teman.

Salam,
Bob P. Sumitro, Sportster 883

December 18, 2005

TEKNIK MENGENDARAI MOTOR DENGAN PERLAHAN, BAG. I

Filed under: TIPS & MODIFIKASI

Tulisannya om Bob disini, Thx a lot ya om..

Lebih penting daripada teknik ngebut.

Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk menggurui lho, saya cuma ingin berbagi pengalaman saja. Siapa tahu, dan harapan saya, pengalaman saya ini bisa berguna untuk rekan-rekan pengendara motor yang lain.

Sewaktu masih baru pakai motor, saya beranggapan yang namanya skill atau keahlian mengendarai motor hanya perlu untuk kecepatan tinggi. Waktu itu buat saya yang penting adalah bagaimana ngerem dengan benar tanpa “ngunci” ban belakang, bagaimana cara belok dengan benar (nikung) dan bagaimana “swerve” atau menghindar dari kendaraan di depan (atau istilah jaman dulu “ngutik”). Jadi fokus saya waktu itu melatih teknik geber gas dan rem, teknik belok dan juga belajar ngutik dengan benar.

Setelah satu tahun berlalu, saya merasa kok skill saya mengendarai motor tidak juga bertambah. Bahkan setiap kali naik motor saya merasa tegang, nggak bisa merasa santai. Setelah saya pikirkan, saya sampai pada kesimpulan bahwa ketegangan itu disebabkan karena saya merasa tidak bisa mengendalikan motor dengan baik.

Pertanyaan berikutnya yang timbul di benak saya adalah: “Kenapa bisa begitu? Bukannya saya sudah mempelajari teknik “ngebut”, teknik “nikung”, teknik “ngerem” dan teknik “ngutik” sebisa mungkin? Kenapa saya merasa masih kurang, padahal saya sudah beli dan baca buku mengenai Riding Skill sampai sebanyak 3 buku, dan setiap hari saya berlatih?”. Ternyata jawabannya ada di jalan, tepatnya di kondisi lalu lintas :D

Tinggal di Jakarta Timur dan berkantor di seputaran Semanggi berarti setiap pagi saya menempuh jarak kurang lebih 15 km untuk ke kantor, dan pulangnya juga sekitar 15 km. Waktu tempuh yang diperlukan dari atau ke kantor rata-rata 30 menit, yang artinya kecepatan rata-rata setiap hari sekitar 30 km per jam. Kalau lagi apes (jalanan sangat macet), bisa sampai 45 menit. Kalau lagi bener-bener apes bisa sampai 1 jam. Alhamdulillah, “bener-bener apes” ini sangat jarang, paling kalau Jakarta lagi banjir.

Perjalanan 15 km tadi bisa dibagi menjadi 2 bagian:

1. Bagian yang lancar yang memungkinkan motor mencapai kecepatan minimal 60 km per jam (kadang bisa lebih), dan
2. Bagian yang macet, yang hanya memungkinkan motor merayap dengan kecepatan 10 km per jam.

Sayangnya, waktu yang saya habiskan di jalan yang macet ini jauh lebih banyak daripada yang lancar, kalau dibandingkan dari 30 menit, ya kira-kira 20 menit di kemacetaan dan macet dan 10 menit lancar. Waktu yang saya habiskan di bagian yang macet ternyata 2 kali lipat dari waktu yang saya habiskan di bagian yang lancar. Kalau lagi apes dan lalu lintas macet sekali, bisa-bisa saya menghabiskan 30 menit atau lebih di kemacetan.
Masalah jarakpun demikian. Dari 15 kilometer tadi, mungkin lebih dari separuhnya macet. Alias lebih dari 7,5 km jalan macet.

Jadi, skill atau teknik yang saya pelajari seperti teknik ngerem kecepatan tinggi, nikung atau swerving ternyata jarang terpakai (dan tidak banyak terpakai) di jalan raya. Sebaliknya, skill mengendarai motor dengan perlahan yang nggak pernah saya latih, dan cenderung saya lupakan, ternyata sangat diperlukan di jalan raya.
Setelah menyadari hal tersebut, saya mulai melakukan observasi tentang bagaimana cara saya mengendarai motor (dan juga bagaimana orang lain mengendarai motor) di kemacetan, ketika motor bisa berjalan dengan kecepatan paling tinggi kurang dari 15 km per jam.

Observasi ini saya lakukan di Jl Sultan Agung, yang selalu macet sampai Jl Tambak, kemudian dilanjutkan di jalan sebelum perempatan Matraman - Pramuka, terus berlanjut lagi di Jl Pramuka yang dulu sebelum underpass Pramuka selesai, merupakan biang macet.
Kadang-kadang kalau saya ambil route lain, observasi saya lakukan di Jl Tendean yang amit-amit macetnya, terus setelah lewat Kuningan, dilanjutkan di Jl Casablanca yang setiap sore macetnya suaaangat panjang, biasanya sampai ke By Pass.

Hasil observasi saya ternyata mengecewakan, karena banyak kesalahan yang saya temukan:

1. Kebiasaan memakai rem depan, ternyata SALAH kalau diterapkan ketika kita berjalan perlahan.
2. Ketika jalan pelan, saya punya kebiasaan menurunkan dan menyeret kaki. Saya mengira bahwa menurunkan kaki ketika motor berjalan pelan akan membantu menjaga keseimbangan, perkiraan ini ternyata SALAH.
3. Melihat ke bawah (ke bagian jalan tepat di depan ban depan motor kita) ketika motor berjalan pelan, teryata juga SALAH.
4. Melihat ke motor di depan kita ketika jalan pelan, juga SALAH lagi. Oh ya, saya menyadari bahwa karena kebiasaan no 5 ini, kalau pengendara motor di depan saya menurunkan kaki untuk menjaga keseimbangan (yang SALAH), maka saya secara tidak sadar akan ikut menurunkan kaki juga.

Empat hal di atas merupakan kesalahan, karena:

1. Pemakaian rem depan.
Memakai rem depan ketika jalan pelan ternyata mengganggu keseimbangan. Apalagi kalau posisi ban depan kita tidak lurus, atau kita sedang belok perlahan-lahan, memakai rem depan pasti akan membuat kita jatuh.
Kalau nggak percaya, coba deh cari jalan yang sepi, kemudian cari putaran (U turn). Ketika berputar, coba pakai rem depan … jangan salahkan saya ya, kalau jatuh :P

2. Menurunkan kaki ketika jalan pelan akan membantu keseimbangan.
Kebiasaan dan asumsi ini salah karena ternyata menurunkan satu kaki ketika motor berjalan pelan sangat mengganggu keseimbangan. Ketika kaki kiri dan kanan kita taruh di atas foot peg kiri dan kanan, beban terbagi rata di antara foot peg kiri dan kanan. Tapi begitu satu kaki kita turunkan (yang merupakan kebiasaan banyak pengendara motor ketika motor jalan pelan di kemacetan) keseimbangan tadi tergangu karena beban jadi lebih banyak ke arah kaki kita turunkan.
Selain itu, menurunkan satu kaki juga berbahaya karena kalau kita jatuh refleks kita adalah menahan motor dengan kaki. Kaki harus menahan beban berat badan sekaligus berat motor kita (apalagi moge yang beratnya bisa lebih dari 200 kilogram) dan resikonya bisa patah atau, yang sering terjadi, mata kaki terkilir. Wadauu …!

3. Melihat ke bawah
Ini juga ternyata salah, karena melihat ke bawah (baik ketika motor jalan pelan atau jalan cepat) sangat mengganggu keseimbangan. Ada pepatah yang bilang “Lihat ke arah mana kita akan menuju.” Kalau mau ke depan, ya harus lihat ke depan. Kalau melihat ke bawah, pasti kita akan menuju ke bawah juga … alias jatuh.
Ini juga boleh dicoba. Coba cari jalan yang sepi, terus kemudkan motor dengan pelan, lecepatan sekitar 10 km per jam. Kemudian lihat ke bawah, misalnya ke arah ban depan. Pasti secara otomatis keseimbangan kita terganggu, akibatnya kaki akan secara otomatis turun, atau kalau apes … ya jatuh. Sekali lagi, jangan salahkan saya ya kalau jatuh hehehe …!

4. Melihat ke motor yang berada tepat di depan kita.
Saya termasuk sering melakukan kesalahan ini. Ketika di tengah kemacetan dan motor jalan pelan, saya sering sekali melihat ke motor di depan saya, ini tidak salah kalau yang saya lihat bukan ban belakang atau spakbornya : Tapi masalahnya, saya melihat ke arah spakbor atau ban belakangnya.
Tujuan saya adalah supaya saya nggak nabrak motor di depan saya, tapi karena posisi ban belakang atau spakbor motor tadi ada di bawah, akibatnya sama dengan kalau kita melihat ke bawah, yaitum keseimbangan terganggu dan tanpa sadar kaki turun yang akibatnya keseimbangan lebih terganggu lagi.

Setelah menyadari semua kesalahan yang saya lakukan tadi, saya segera melakukan perbaikan dan berlatih mengendarai motor secara perlahan-lahan. Saat ini, meskipun belum mahir sekali, skill saya mengendarai motor dengan pelan sudah lumayan dan jauh lebih baik daripada dulu.
Bagaimana teknik dan cara melatih skill mengendarai motor dengan pelan yang saya lakukan, akan saya ceritakan kita bahas di bagian kedua dari tulisan ini.

Salam,
Bob P. Sumitro, Sportster 883

October 28, 2005

Test Octane Booster

Filed under: TIPS & MODIFIKASI

BISA BIKIN MESIN ENGGAK NGELITIK?

Campuran disesuaikan rekomendasi produsen, waktu pengapian bisa dilihat di laptop dan disetel lewat potensiometer .

Octane booster jadi produk paling dicari saat ini paska kenaikan harga bensin. Apalagi kalau bukan buat campuran Premium menggantikan Pertamax dan Pertamax Plus biar lebih hemat. “Penjualan naik hingga 100 persen, bahkan sempat kehabisan stok,” sebut Melanus Conterius,
MBA, marketing manager PT Laris Chandra, distributor STP dan Prestone. Tetapi apa benar dengan mengganti Pertamax dan Pertamax Plus dengan racikan Premium ‘Plus’ ini bisa bikin mesin enggak ngelitik?

OTOMOTIF melakukan tes sederhana pada 5 produk yang paling laris di pasaran Jakarta (berdasar survei kecil-kecilan redaksi di bengkel/toko), yaitu STP (harga Rp 27.500), Wynn’s (harga Rp 35.000), Bardahl (harga Rp 27.500), Prestone (harga Rp 60.000) dan Pennzoil (harga Rp 35.000). Rata-rata dalam satu kemasan bisa dicampur dengan 60 liter bahan bakar. Juga mengklaim sanggup menaikan oktan bensin 1 sampai 10 poin atau unit. Selain itu juga bisa menghilangkan knocking dan membersihkan saluran bahan bakar. Perlu diperhatikan, istilah poin atau unit ini tidak sama dengan 1 RON, tetapi 1 poin atau unit sama dengan 0,1 RON. “Jadi kalau ada tulisan pada kemasan yang mengatakan bisa menaikkan oktan hingga 5 unit artinya sama dengan 0,5 RON, bukan 5 RON,” ujar Melanus.

METODE TES
Bukan nilai RON yang diukur karena harus memakai alat khusus (variable compression engine dengan reference fuel), melainkan melihat apakah Premium yang dicampur octane booster dapat menggantikan Pertamax Plus di mesin berasio kompresi tinggi. Indikator yang dipakai ada dua, yaitu waktu pengapian dan gejala ngelitik. Media tes digunakan mobil bermesin Mitsubishi 4G63 (dipakai di Eterna GTi) dengan rasio kompresi 9,8:1 yang direkomendasi oleh pabrikan memakai Pertamax Plus (RON 94).

Pengukuran dan penyetelan waktu pengapian memanfaatkan software piggyback ECU Dastek Unichip yang mampu menampilkan waktu pengapian secara real time di monitor laptop. Cukup geser potensiometer, waktu pengapian bisa dimaju-mundurkan. Sedangkan gejala ngelitik dideteksi pakai HKS Knocking Monitor. Roller pada dynamometer Dastek dipakai sebagai simulasi tes jalan. Setelah melalui beberapa kali percobaan awal, diputuskan mematok tes gejala ngelitik di sekitar 4.500 rpm (tes jalan posisi gigi tiga). “Di sinilah gejala ngelitik yang paling banyak terasa,” terang M. Soleh Yusuf, bos bengkel Sigma Speed, distributor Dastek
Unichip yang mendengarkan gejala ngelitik melalui headphone. Referensi (acuan) tes adalah waktu pengapian maksimal memakai Pertamax Plus. Waktu pengapian disetel semaju mungkin namun dihindari jangan sampai ngelitik dan didapat tenaga maksimum.

Hasilnya, memakai Pertamax Plus, waktu pengapiannya 15,1 sebelum TMA (titik mati atas). “Kalau dimajukan lagi, tenaga justru turun.” Artinya, di sinilah waktu pengapian yang paling tepat buat mesin. Biar memudahkan penggantian 5 campuran Premium + octane booster, dipakai tangki kecil diluar tangki standar (bawaan) mobil yang sudah dilengkapi fuel pump elektris. Komposisi campuran disesuaikan dengan rekomendasi yang tertera di label kemasan tiap produk yang dites. Tiap produk dirunning di mesin hingga sekitar 4.500 rpm 3-4 kali
untuk memastikan hasilnya.Produk yang dites diambil langsung dari pasar dan bukan disediakan oleh produsen. Sedangkan bahan bakar yang dipakai dibeli pada SPBU No. 34-11508 di Jln. Kelapa Dua Raya No. 15, Kebon Jeruk, Jakbar. Kondisi ini dipakai untuk mengurangi perbedaan kualitas bensin dari SPBU yang berbeda.

HASIL TES
Tes pertama memakai Premium tanpa campuran octane booster. Ternyata waktu pengapian harus mundur 0,5 derajat (14,6 derajat sebelum TMA) dari Pertamax Plus agar didapat tenaga maksimum dan tidak ngelitik. Sesudah itu baru dilakukan pengetesan di tiap racikan. STP mendapat giliran pertama. Pada kemasan tertulis isi 354 ml untuk 60 liter bahan bakar. Setelah dihitung ulang dengan menggunakan tabung ukur, ternyata isinya tepat 354 ml. Begitu mesin dijalankan, hasil maksimal waktu pengapian naik 0,7 derajat dibanding pakai Pertamax Plus (menjadi 15,8 derajat sebelum TMA). Selanjutnya Wynn’s. Di kemasan tertulis 350 ml untuk 60 liter bensin, tetapi setelah diukur ulang ternyata jumlahnya 370 ml. Hasilnya, lebih maju 1,2 derajat dibanding Pertamax Plus alias 16,3 derajat sebelum TMA. Bardahl, yang di kemasan tertulis volumenya 250 ml, ternyata lebih 20 ml. Waktu pengapian berhasil dimajukan hingga 3,2 derajat dibanding Pertamax Plus. Meski tenaga tidak naik, digeser sampai 5 derajat (15 derajat sebelum TMA) pun tetap tidak knocking. Sementara Prestone pada kemasan jumlahnya 473 ml untuk 60 liter, setelah diukur ada 480 ml. Waktu pengapian berhasil digeser menjadi 1,9 derajat di atas Pertamax Plus (17 derajat sebelum TMA). Terakhir Pennzoil, isi yang tercantum di botol 354 ml, setelah ditakar ternyata lebih 6 ml. Kenaikan waktu pengapiannya dari Pertamax Plus mencapai 1,8 derajat (jadi 16,9 derajat sebelum TMA).

KESIMPULAN
Secara umum, pencampuran Premium dengan kelima octane booster ini mampu membuat mesin tidak ngelitik. Bahkan lebih baik dari Pertamax Plus. Sekarang tinggal pintar-pintar memilih octane booster mana murah dan hasilnya melimpah. Paling enggak kalau dihitung-hitung jumlah pengeluaran masih lebih murah dibandingkan menggunakan
Pertamax Plus. Misalnya untuk 60 liter Premium harus keluar duit Rp 144.000. Ditambah menggunakan octane booster seharga Rp 35.000 menjadi total Rp 179.000. Bandingkan kalau membeli 60 liter Pertamax Plus, Rp 4.200 X 60 = Rp 252.000. Pastinya lebih murah yang pertama.

gimana guys.. buat motor kalian yg biasa minum pertamax…lumayan
neh bisa pake premium jadinya :)

October 27, 2005

Ganti GIVI

Filed under: TIPS & MODIFIKASI

GIVI Point E33 Stoplight Bye bye E16 Smile.. Sebetulnya agak sayang juga ngelepas my first givi. Tapi ternyate, keadaan yg memaksa gw harus cari kapasitas yg lebih gede. *bah.. kaya sinetron aje ni bahasa* . 2 setel raincoat plus tas kantor Jack Wolfskin model kotak jadi isi tetap, di E16 Smile sih harus agak maksa nutupnya. Skarang gantinya E33 lumayan lega, brasa yah pindah dari 28 ltr ke 33 ltr. Sayang, kemaren beli udah keburu naek harga pasarannya, padahal 1 minggu sebelumnya gw beli (2 biji pula) masih selisih murah 25 rb.

Beli di aQuatro - Tenabang harga lima stengki. Eh pas masang pake acara plastik kecilnya ketiup angin. Ilang dah baut alus buat pegangan tatakan coz nyemplung ke got. Soal design ama bahan polyurethane-nya sih boleh ni barang.. tapi agak kurang presisi soal tutupnya, dan sering bgt dikomplen pemakai. Kalo lagi jalan keluar suara “grudugh-grudugh” karna tutupnya gak rapet. Oii produsen Gipih..!! Gimenong nih..?? barang mahal mosok grudugh2..

Langsung dah, ampe rumah ganjel sono ganjel sini dikit pake double tape busa yg item sama stiker dof untuk pemanis, mayan gak brisik lagi. Oh iye.. Masang Box ke tatakannye syuseh. Amit2 jabang dedemit nih.. ampun alotnye.? Gak ngunci2. Lubang kait udah pas, lubang conector stoplamp juga pas, tinggal karet bumper yg ada 4 biji itu kayaknya ketebelan. Gw coba sodok2 nglepasin takut bocel2, sayang. Gw papas pelan2 aje deh ntar pake kikir alus ato cutter. Yakin sih gak mau ngait karna ketebelan karet bumper tadi.

Tinggal braket nih, besok2 ke tukang las ah kalo sempet. Biar cepet jadi nih braket sliding (maju - mundur). Pikir2 berabe juga kalo mau parkir ditempat sempit. Hari gini cari aman deh and sayang box segede bagong gini kena senggol2 motor laen. Nyontek modelnya yg udah ada lewat gambar.. mudah2an ketemu tukang las yg gape baca oret2an ama mau-nya gw. Bismillah, mudah2an bagus jadinya.

October 18, 2005

Rante Keteng Berisik.? NO WAY..!! :)

Filed under: TIPS & MODIFIKASI

Dapet ilmu baru dari Manto. Kemarin dimilis emang udah dijelasin. Cuman berhubung gw belom liat barangnya, jadi gak mudeng. Penyakit Megapro atawa Tiger 2000 emang banyak yg mirip. Terutama rante keteng yang sering banget bunyi akibat tensionernya lemah.

Ini sebetulnya masukan buat Produsen Honda, specially after salesnya spt bengkel2 AHASS. Tapi kok kenapa Manto malah dapetnya dari montir Surabaya sana yah..? Mestinya di milis2 (tigi atawa meggy) info beginian mudah didapet & dishare. Bingung gw..

Buat yg kena penyakit rante keteng bunyi karna tensioner lemah. Silakan copot penekan Tensionernya (ada di atas motor stater). Copot bagian rumahnya dan keluarkan satu persatu, tapi perlu diingat urutan pemasanggannya. Kecuali ente yakin pernah bongkar sebelumnya.

BEDAH ISI TENSIONER
=================================
Di parts yg seperti paku payung membesar itu (paling bawah), ente bakal liat O ring warna hitam (1 & 2). Ini die kuncinya, nah silakan tambahkan ring satu buah dan kalo bisa yg diameternya sama. Gak sama juga gpp sih.. ini fungsinya cuma mematikan tekanan otomatis per yg sebelumnya (4). Gerak maju mundur tensioner sebetulnya jadi hilang. Tp gak usah khawatir.. toh fungsinya tensioner itu sendiri kan sekedar penahan rantai saja. Selama pelumasannya ada dan per-nya gak pernah diutak atik, bisa dijamin deh bakal panjang umur rante keteng punya sodara.

Ok, selesai nambah satu ring, pasang sesuai urutan bongkar tadi (5, 6 & 7). Awas jangan sampe ilang/jatoh seal kecil yg ada di baut belakang (5), bisa rembes oli ente. Terakhir putar sampe habis penyetel dorongannya. Patokannya, Obeng plus diputar spt buka mur sampe berasa keras atau tidak bisa berputar lagi. Sip.. jadi deh. Nyalain dah tuh mesin. Tunggu kira2 5 menit sampe oli bener2 naik ke kompartemen mesin.

see..? mendingan kan.. :p

October 12, 2005

Setang YT

Filed under: TIPS & MODIFIKASI


===============================
Belanja :
- Stang YT ori harga 50ribu di Otista, yg abal2 cuma 27500. Cuma gak yakin sama kekuatannya. Yg ori pipanya tebel & kokoh, cat itemnya tebel & las2annya rapih. Di Bonjer mungkin bisa lbh murah.
- Raiser Yagawa harga 30ribu, warna chrome, kemasan hijau/putih.
- Balancer Shogun/Ninja imitasi 15ribu (sepasang)

=================================
Tips Pasang :
- Kurangi lebar setang dgn potong ujung kiri kanan stang 1,7 cm. Ato terserah mnurut ukuran masing2, tp jgn lebih dari 2 cm, krn nanti pegangan tuas rem/kopling jatuhnya di tekukan.
- Pasang raiser (siapin kikir bulet panjang). Lubang raiser agak2 gak simetris dgn lubang dudukan segitiga meggy. Jgn dipaksa muterin terus baut L-nya. Kikir aja dulu lubangnya sampe bener2 lurus tuh baut nancep. Tar nyesel kaya gw.. gara2 dipaksa sama montir dodol..!! hiks..
- Utk bikin lubang pegangan panel, ini yg penting. Pastiin pasang stang YT lebih dulu, lalu cari posisi setang paling enak. Abis itu baru dah ngebor lubangnya.
- Kalo nyopot Handgrips agak susah, coba tiup pake angin kompresor dari sisi dalam. Lebih aman & mudah dibanding lo betot2 tarik keluar.
- Diameter dalam balancer ori ternyata sama dgn YT. Nyopotnya agak syuseh.. hati2 kalo mau main getok keluar, pake prasaan aja nanti karet dalemnya takut cacat. Balancer imitasi gak jadi dipasang, gw prefer pake yg ori krn punya daya redam getar yg OK dibanding imitasi.


=================================
Repiuw :
- Ongkos masang dibengkel paling kena 10/20rb. Raiser gw copot lagi krn buat postur lengan gw terlalu kebelakang. Kecuali buat yg pake stang pendek punya tigi lama, “..lumayan enak yah” kata si Amat yg dapet hibahan raiser. hahaha. Handling mantap dan enak buat nikung2, tapi bawaannya mau narik gas melulu. Ogal ogel stang depan hilang ato teredam dgn baik (ganti ban depan ukuran 90/70/18 lebih afdol lagi kalee).

sekian, smoga bermanfaat dan menjadi safaat. amiin.

September 21, 2005

Anting Peninggi Shock

Filed under: TIPS & MODIFIKASI

===================
tambahan aja, ada baeknya kalo ente masang disana, jangan lupa ente bawa kikir bulet.! iya kikir, bukan dodol. hehehe. sebab apa, itu lubang anting atas made in cibinong ternyatah lebih kecil dibanding lubang anting original. so, gw rada miris liat karet “dumper” (karet tengah penahan geter) yg harus “mrecet” dipaksain masuk. udah gitu, sisi dalam lubangnya itu bergerigi lantaran sisa cor-corannya gak dibersihin. Nah, ente pergunakan deh itu kikir.. gebresh abis sisi yg gripisan entu ampe licin, walhasil karet dumper bisa masup dengan asoy. Ring O nya jangan lupa. hehehe.

Dah rapiin, skarang tinggal las tuh standar tengah dan miring. otreh?

September 7, 2005

Stiker Jeruk

Filed under: TIPS & MODIFIKASI


=============================
Pasang Sticker dibody motor emang untung2an. Smua tukang sticker pasti cuap2 kerjaannye bagus, tapi nyatanya. bah.!! mlitat mlitut, brintik banyak angin palsunye. kalu dicomplain alesannye gede bener kaya kebon bapaknye dah.. hahaha.

skarang ambil enaknya aje deh, kerna ini pengalaman.
Inget, sebisanya lu dateng ke tukang stiker pagi2. trus kalo kebeneran ada motor yg lagi dipasang, nah lo perhatiin kerjaannye tuh sambil CCP (curi2 pandang).. kira2 mnurut lo rapih apa ngga? andai “sreg” dihati, yah jadiin deh maharnya. coba aja tawar 3/4 dari harga yg ditawarin atau yg kira2 pantaslah. patokannya 1 body bebek spt supra itu kena 50 ribu (dari spakbor depan sampe body smua ketutup).

kalo meggy, nutup sticker orinya doang kena 25 ribu sajah, tp karna gw mau tulisan megapro ditengkinya gak ketutup, jadi kena charge goceng lagi. ndapapa. gw rekomend tukang sticker di jalan ciledug raya, setelah seskoal terus lagi sampe sebelum kampus BSI yg baru. sebrangnya kalo gak salah ada Bengkel Doel / Halte. yg ngerjain 3 orang abang ade dari padang. Soal dateng pagi yg gw bilang diatas, emang bener ngaruh ke kualitas kerjaan lho.. sebab masang sticker ternyata butuh ketelitian dan ketenangan juga otot tangan/jari yg oke. smakin sore lo dateng, smakin cape itu tukang.. so jangan salahin tukangnya kalo hasil gak bagus ye. :D


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here